Strategi PLN UP2D Bali Tekan Sampah TPA: Pemanfaatan Teba Modern dan Komitmen Lingkungan

 Strategi PLN UP2D Bali Tekan Sampah TPA: Pemanfaatan Teba Modern dan Komitmen Lingkungan

Foto: Fasilitas TPS3R untuk sampah sampah anorganik

DENPASAR, Letternews.net – Penanganan krisis sampah di Bali kini memasuki babak baru dengan keterlibatan aktif sektor korporasi. PLN Unit Pelaksana Pengatur Distribusi (UP2D) Bali mengambil langkah konkret dengan melakukan pengelolaan sampah secara mandiri dari lingkungan internal melalui pembangunan fasilitas Teba Modern dan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) di area gudang mereka, Rabu (8/4/2026).

Fasilitas ini dibangun khusus untuk memastikan bahwa seluruh residu hasil aktivitas operasional PLN dikelola sejak dari hulu. Langkah ini merupakan dukungan nyata PLN terhadap kebijakan pemerintah provinsi dalam pengendalian sampah berbasis sumber, sekaligus upaya menekan volume kiriman sampah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang kian kritis.

BACA JUGA:  Respek! Pelatih Persija Mauricio Souza Beri Dukungan Penuh untuk John Herdman sebagai Arsitek Baru Timnas Indonesia

Melalui sistem ini, PLN UP2D Bali mengoptimalkan pemilahan sampah organik dan anorganik. Teba modern difungsikan untuk memproses sampah organik menjadi pupuk kompos, sementara TPS3R mengelola sampah anorganik agar memiliki nilai ekonomis kembali melalui proses daur ulang.

Manajer PLN UP2D Bali, Petrus Irwan Ichwansaputra, menegaskan bahwa transformasi lingkungan harus dimulai dari institusi sebelum mengajak masyarakat luas.

“Pengelolaan sampah tidak bisa hanya mengandalkan pengolahan di hilir atau TPA saja. Harus dimulai dari sumbernya. Melalui langkah mandiri ini, kami memastikan operasional PLN tidak lagi menambah beban lingkungan,” tegas Petrus.

BACA JUGA:  Hardiknas 2026: Ny. Sagung Antari Berbagi Sembako dan Apresiasi "Pahlawan Lingkungan" di Pantai Muntig Siokan

Selain sebagai bentuk kepedulian lingkungan, penerapan sistem pengolahan mandiri ini merupakan bagian dari implementasi ISO 14001:2015 Sistem Manajemen Lingkungan. Hal ini menunjukkan bahwa komitmen PLN dalam menjaga ekosistem Bali dilakukan secara terukur, berkelanjutan, dan sesuai standar internasional.

Dengan hadirnya fasilitas internal ini, PLN UP2D Bali berharap dapat menginspirasi instansi lain maupun masyarakat luas untuk mulai memilah dan mengelola sampah dari rumah atau lingkungan kerja masing-masing. Transformasi budaya sadar sampah ini diharapkan menjadi solusi permanen dalam menjaga kebersihan dan keberlanjutan lingkungan di Pulau Dewata.

Editor: Rudi.

.

Bagikan: