Diduga Produksi Konten Pornografi di Kamar Hotel, Pasangan Asal Kediri Digerebek Polres Tulungagung
Sukseskan JKN di Pulau Dewata, Gubernur Koster Minta Sinergi BPJS Kesehatan Diperkuat Tanpa Kendala Biaya
Foto: Gubernur Bali Wayan Koster dorong BPJS Kesehatan perluas layanan hingga Puskesmas. Saat ini UHC Bali tembus 98%, masuk 10 besar nasional.

DENPASAR, Letternews.net – Gubernur Bali, Wayan Koster, menegaskan bahwa pelayanan kesehatan merupakan hak dasar masyarakat yang jangkauannya harus terus diperluas. Tak hanya di tingkat Kabupaten/Kota, Koster mendorong agar layanan kesehatan berkualitas dapat diakses secara merata hingga ke tingkat Puskesmas di seluruh pelosok Bali.
Hal tersebut disampaikan Gubernur Koster saat menerima Deputi Direksi Wilayah XI BPJS Kesehatan, Sofyeni, di Jayasabha, Denpasar, Jumat (3/4/2026). Dalam pertemuan tersebut, Koster meminta BPJS Kesehatan untuk terus meningkatkan sinergi dengan Pemerintah Provinsi Bali agar program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) berjalan tanpa hambatan.
“Sinergi harus terus ditingkatkan agar masyarakat Bali tidak terkendala biaya saat berobat di Rumah Sakit. Pelayanan harus berkualitas dan menjangkau hingga ke tingkat Puskesmas,” tegas Gubernur asal Desa Sembiran tersebut.
Merespons arahan tersebut, Sofyeni melaporkan bahwa Bali saat ini menjadi salah satu provinsi terbaik dalam implementasi JKN. Cakupan kesehatan semesta atau Universal Health Coverage (UHC) di Bali telah mencapai angka fantastis, yakni 98 persen, dengan tingkat kepesertaan aktif mencapai 87 persen.
“Tingkat keaktifan UHC di Bali adalah yang tertinggi untuk wilayah NTB-NTT. Secara nasional, Bali bahkan masuk dalam 10 besar provinsi paling aktif UHC-nya,” lapor Sofyeni.
Sebagai gambaran dukungan finansial, Sofyeni mengungkapkan bahwa pada tahun 2025 saja, BPJS Kesehatan telah menggelontorkan dana sebesar Rp300 miliar untuk membiayai pelayanan kesehatan di empat rumah sakit besar di Bali, yakni RS Bali Mandara, RS Mata Bali Mandara, RS Manah Shanti Mahottama, dan RS Dharma Yadnya.
Gubernur Koster berharap pencapaian ini tidak hanya berhenti pada angka statistik, tetapi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh krama Bali melalui layanan medis yang cepat, tepat, dan tanpa diskriminasi.
Editor: Rudi.







