Puncak Karya IBTK Besakih 2026: Gubernur Koster Tegaskan Kelancaran Upacara dan Kelanjutan Penataan Kawasan
Foto: Gubernur Bali Wayan Koster pimpin puncak Karya IBTK Besakih 2026. Simak rencana penataan akses jalan tahap III dan aturan bagi pemedek selama upacara berlangsung.

KARANGASEM, Letternews.net – Gubernur Bali, Wayan Koster, menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Bali untuk memastikan pelaksanaan upacara Karya Ida Bhatara Turun Kabeh (IBTK) di Pura Agung Besakih berjalan tertib, khidmat, dan tanpa gangguan. Hal tersebut disampaikan dalam sambrama wacana pada puncak karya yang jatuh tepat pada Hari Purnama Kedasa, Kamis (2/4/2026).
Pura Besakih sebagai pusat spiritual umat Hindu di Indonesia menjadi fokus utama pelayanan publik selama 21 hari rangkaian upacara yang berlangsung hingga 23 April mendatang. Koster menekankan bahwa langkah strategis telah disiapkan, termasuk layanan transportasi khusus bagi lansia, ibu hamil, dan pemedek berkebutuhan khusus guna menjamin kenyamanan selama beribadah.
“Upacara karya ini harus dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Kita sudah mengatur jadwal kedatangan umat secara ketat, baik dari seluruh kabupaten/kota di Bali maupun luar daerah, untuk menghindari penumpukan massa di kawasan suci,” tegas Koster.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur juga memaparkan progres penataan kawasan Besakih yang kini memasuki tahap kedua. Dengan anggaran Rp203 miliar dari APBD, fokus saat ini adalah penataan 26 titik pelinggih dengan menjaga keseragaman estetika dan nilai historis. Tak berhenti di sana, Koster mengungkapkan rencana tahap ketiga berupa penataan akses jalan dari arah Klungkung dan Bangli yang studinya dimulai pada 2026.
“Target pembangunan akses jalan dimulai pada 2028 dan rampung 2030. Ini solusi jangka panjang untuk mengatasi potensi kemacetan di masa mendatang,” tambahnya.
Koster juga memberikan apresiasi atas kinerja Badan Pengelola Kawasan Suci Besakih yang mencatatkan pendapatan Rp14,5 miliar pada 2025. Dana tersebut telah dikelola secara transparan untuk mendukung upacara, bantuan desa adat, serta operasional kawasan. Tahun ini, Pemprov Bali juga mengucurkan bantuan khusus sebesar Rp3,2 miliar demi kesuksesan IBTK.
Di sisi lain, Gubernur melaporkan kondisi Bali yang kian kondusif dengan peningkatan kunjungan wisatawan domestik sebesar 31 persen per Maret 2026. Ia juga menyentuh isu lingkungan, di mana Bali menargetkan penutupan penuh tempat pembuangan sampah sementara pada Agustus 2026 dan memulai proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik pada pertengahan tahun ini.
Prosesi puncak karya dipuput oleh 33 sulinggih dari seluruh wilayah Bali, menciptakan suasana spiritual yang mendalam bagi ribuan pemedek yang hadir. Turut hadir dalam acara tersebut Sekda Bali Dewa Made Indra, pimpinan daerah dari berbagai kabupaten, serta tokoh agama dan pariwisata Bali.
Editor: Rudi.







