LetterNews
03 November 2026
09:24 WITA
Topik Populer:
#Letternews#KPK#PLN#Bali#Korupsi#Polda Bali#Wayan Koster#Denpasar#Pemkot Denpasar#OJK
17 March 2026 13:34 WITA
Penulis: Redaksi | Editor: Redaksi | Dipublikasikan: 17 March 2026, 13:34 WITA

Perang Urat Syaraf Senayan: PDI Perjuangan Sentil Wacana Penghematan Gaji Ala Prabowo

Foto: Politisi senior PDIP, Andreas Hugo Pareira

JAKARTA, Letternews.net – Wacana penghematan anggaran negara akibat memanasnya konflik di Timur Tengah mulai memicu “perang” urat syaraf di Senayan. Menanggapi ide Presiden Prabowo Subianto yang melirik cara Pakistan memotong gaji pejabat, PDI Perjuangan (PDIP) langsung melontarkan tantangan keras: Beri teladan dari puncak kepemimpinan tertinggi!

Politisi senior PDIP, Andreas Hugo Pareira, menegaskan bahwa jika pemerintah benar-benar ingin melakukan efisiensi, langkah tersebut harus dimulai dari Presiden, Wakil Presiden, hingga jajaran menteri di Kabinet Merah Putih.

[irp]

Tantangan Teladan “Dari Atas”

Andreas menekankan bahwa penghematan tidak boleh hanya menjadi perintah bagi bawahan atau institusi lain. “Jangan perintahkan potong orang lain, mulai dari diri sendiri dulu!” tegasnya dalam pernyataan resmi pada Selasa (17/3/2026).

Menurut Andreas, pemerintah seharusnya lebih fokus menyisir program-program kementerian yang tidak efisien dan tidak mendesak. Ia mendesak adanya penundaan proyek-proyek yang tidak urgent daripada sekadar melempar wacana pemotongan gaji yang bersifat simbolis.

[irp]

Inspirasi dari Pakistan

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto memberikan sinyal positif terhadap langkah yang diambil pemerintah Pakistan. Di negara tersebut, anggota kabinet dan parlemen sepakat memotong gaji mereka untuk membantu masyarakat rentan yang terdampak lonjakan harga minyak dunia akibat meningkatnya ketegangan antara AS, Iran, dan Israel.

Presiden mengisyaratkan bahwa hasil penghematan dari “ikat pinggang” para pejabat ini nantinya dapat dialihkan untuk memperkuat jaring pengaman sosial bagi kelompok masyarakat yang paling terpukul oleh krisis energi global.

[irp]

Simbol Politik atau Solusi Nyata?

Konflik di Timur Tengah kini bukan lagi sekadar berita luar negeri, melainkan ancaman nyata bagi stabilitas APBN Indonesia. Publik kini menanti apakah Kabinet Merah Putih benar-benar siap melakukan penghematan radikal demi meringankan beban rakyat kecil di tengah ancaman krisis energi dunia.

Editor: Rudi.