
BADUNG, Letternews.net – Gubernur Bali, Wayan Koster, secara resmi membuka Lokasabha XII Maha Gotra Pasek Sanak Sapta Rsi (MGPSSR) Provinsi Bali yang digelar di Ruang Pertemuan Kertha Gosana, Puspem Badung, Minggu (21/12/2025). Pertemuan besar yang dihadiri oleh 1.280 peserta ini menjadi momentum strategis bagi pesemetonan Pasek untuk bersinergi menjaga keajegan adat dan keutuhan Pulau Dewata.
Acara ini turut didampingi oleh Wakil Gubernur Bali yang juga Ketua MGPSSR, I Nyoman Giri Prasta, serta dihadiri jajaran Bupati/Wakil Bupati se-Bali dan Anggota DPR RI perwakilan Bali.
[irp]
Dalam sambutannya, Gubernur Koster memberikan pesan kuat mengenai tantangan masa depan Bali yang semakin kompleks. Ia menekankan bahwa sebagai pulau yang menjadi pusat perhatian dunia, Bali kerap menghadapi kepentingan yang berpotensi merusak tatanan sosial dan spiritual asli.
Koster secara tegas menyatakan sikapnya terhadap keberadaan sampradaya asing yang dinilai tidak sejalan dengan kearifan lokal Bali.
“Saya sebagai Gubernur tegas, tidak bisa untuk sampradaya asing yang merusak tatanan Bali. Kritik dan bully silakan, tetapi kewajiban saya adalah menjaga dan meneruskan warisan leluhur Bali secara utuh demi generasi mendatang,” tegas Wayan Koster.
[irp]
Lebih lanjut, Gubernur asal Desa Sembiran ini menjelaskan bahwa Bali kini memiliki panduan yang jelas melalui Haluan Pembangunan Bali 100 Tahun yang telah diresmikan pada Oktober 2025. Tanpa haluan tersebut, menurutnya Bali akan terombang-ambing oleh kepentingan global.
Beberapa poin kebijakan strategis yang ditekankan antara lain:
Pengendalian Alih Fungsi Lahan: Melindungi sumber pangan dan kelestarian alam Bali.
Pembatasan Toko Modern: Menghentikan pemberian izin baru bagi toko berjejaring guna melindungi warung-warung lokal. “Satu toko modern bisa mematikan 30 warung masyarakat,” imbuhnya.
Nangun Sat Kerthi Loka Bali: Memperkuat pondasi ekonomi dan budaya melalui pola pembangunan semesta berencana.
[irp]
Gubernur Koster mengapresiasi peran MGPSSR sebagai organisasi pesemetonan yang solid. Ia mengajak seluruh warih (keturunan) Pasek untuk menunjukkan bhakti nyata kepada Kawitan melalui dukungan terhadap program pemerintah yang berlandaskan adat dan kearifan lokal.
Menutup arahannya, Koster memohon doa restu agar kepemimpinannya bersama Wagub Giri Prasta di periode kedua dapat berjalan maksimal. “Saya menyiapkan diri untuk ngayah total dan lascarya. Semoga Lokasabha ini menghasilkan keputusan yang membawa rahayu bagi kita semua,” pungkasnya.
Lokasabha XII ini memiliki agenda utama penyampaian laporan pertanggungjawaban pengurus periode sebelumnya serta pemilihan Ketua Baru MGPSSR Provinsi Bali untuk masa bakti mendatang.
Editor: Rudi.