Perbekel-Lurah Denpasar Curhat: Kekurangan Tenaga Jadi Kendala Utama Optimalisasi TPS3R, Pengolahan Sampah Minim 1,6 Ton/Hari

 Perbekel-Lurah Denpasar Curhat: Kekurangan Tenaga Jadi Kendala Utama Optimalisasi TPS3R, Pengolahan Sampah Minim 1,6 Ton/Hari

Foto: Rapat Walikota Denpasar (IGN Jaya Negara) dengan Perbekel/Lurah (16/12) ungkap Kendala Utama TPS3R adalah Kekurangan Tenaga Kerja. TPS3R Sari Sedana Bung Tomo hanya olah 1,6 Ton dari 49 Ton/Hari. Pemkot akui kapasitas olah baru 300 Ton/Hari jelang Penutupan TPA Suwung

DENPASAR, Letternews.net – Menanggapi rencana penutupan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Suwung pada 23 Desember 2025, Wali Kota Denpasar, IGN Jaya Negara, mengumpulkan seluruh Perbekel, Lurah, dan Pengelola TPS3R se-Denpasar di Gedung Sewakadharma Lumintang pada Selasa, 16 Desember 2025.

Rapat tersebut digelar untuk mencari pola maksimal dan kendala operasional dalam penanganan dan pengolahan sampah. Hasilnya, terungkap bahwa kekurangan tenaga kerja menjadi masalah utama yang menyebabkan operasional TPS3R belum maksimal, terutama dalam pengolahan sampah organik dan sistem pemilahan sampah di sumber.

BACA JUGA:  Gerbong Mutasi Kejaksaan: Setiawan Budi Cahyono Resmi Jabat Kajati Bali, I Made Sudarmawan Jadi Wakil

Kesenjangan Jauh: Timbulan Sampah vs. Kapasitas Olah

Perbekel Pemecutan Kaja, Anak Agung Ngurah Arwatha, memberikan gambaran nyata kesenjangan kapasitas di lapangan. Ia menjelaskan bahwa TPS3R Sari Sedana Bung Tomo hanya mengandalkan dua petugas pengolah sampah dengan mesin pencacah.

Padahal, secara keseluruhan di Desa Pemecutan Kaja terdapat 15 petugas persampahan (termasuk sopir moci dan sopir truk). Dengan timbulan sampah mencapai 49,38 ton per hari, TPS3R mereka hanya mampu mengolah 1,6 ton per hari.

BACA JUGA:  Tabanan Dipenuhi Sampah di Berbagai Sudut Kota

“Dalam sehari, wilayahnya menghasilkan 49,38 ton timbulan sampah, sedangkan yang bisa diolah di TPS3R hanya 1,6 ton per hari dan sisanya dibuang ke TPA Suwung. Pembuangan ke TPA sehari dilakukan enam kali dengan menggunakan tiga truk,” papar Anak Agung Ngurah Arwatha.

Ia menambahkan, dari anggaran penanganan sampah desa sebesar Rp1 miliar di tahun 2025, sebagian besar (Rp600 juta) telah digunakan untuk pengadaan truk sampah, sementara sisanya untuk operasional dan gaji.

BACA JUGA:   Ketidakhadiran Termohon Sidang Praperadilan Rektor Unud Batal

Pemkot Akui Masalah SDM dan Target 300 Ton/Hari

Wali Kota Denpasar, IGN Jaya Negara, mengakui bahwa berdasarkan laporan dari 24 TPS3R, Teba Modern, dan fasilitas pengolahan lainnya, kapasitas maksimal pengolahan sampah di Denpasar saat ini hanya sekitar 290–300 ton per hari. Angka ini masih jauh di bawah kebutuhan kota.

Jaya Negara menegaskan bahwa kekurangan tenaga kerja merupakan penghambat utama optimalisasi TPS3R, meskipun beberapa desa seperti Pemecutan Kaja telah menganggarkan dana untuk petugas.

BACA JUGA:  Pejabat Maluku Utara Terjaring OTT KPK 

“Dari laporan yang ada, pointnya berapa kemampuan maksimal pengelolaan sampah kita, dari 24 TPS3R ditambah teba modern dan lainnya, baru bisa 300 ton per hari, 290 ton bersihnya,” ujarnya.

Rapat ini menjadi momentum penting bagi Pemkot Denpasar untuk segera mencari solusi terpadu dalam mengatasi masalah sumber daya manusia dan infrastruktur agar dapat meningkatkan kapasitas pengolahan sampah harian, sekaligus meminimalisir ketergantungan pada TPA Suwung.

Editor: Rudi.

.

Bagikan: