Wali Kota Jaya Negara Jawab Sampah Viral di Denpasar: Tumpukan Dipicu Libur Hari Raya dan Swakelola Desa, Pemkot Siapkan Shift Angkut Sampah Khusus
Foto : Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara bersama Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa saat mengumumkan kenaikan gaji supir truk sampah DLHK Kota Denpasar

DENPASAR, Letternews.net – Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, memberikan tanggapan resmi terkait penumpukan sampah yang sempat viral di media sosial, terutama di titik-titik seperti Jalan Nakula, Werkudara, A. Yani Utara, dan depan Banjar Gerenceng, Desa Pemecutan Kaja.
Menurut Jaya Negara, penumpukan kali ini dipicu oleh dua faktor utama yang terjadi bersamaan:
-
Libur Hari Raya: Petugas swakelola pengangkutan sampah di tingkat desa/kelurahan (yang bertanggung jawab atas sampah rumah tangga/banjar) turut libur.
-
Ketidakdisiplinan Warga: Sebagian warga tetap mengeluarkan sampah meskipun telah diimbau untuk menahan keluaran sampah saat hari raya.
“Pengangkutan sampah di wilayah banjar dan rumah tangga merupakan tanggung jawab swakelola desa/kelurahan, salah satunya di Banjar Gerenceng, Desa Pemecutan Kaja yang sempat viral,” jelas Wali Kota Denpasar.
Solusi Jangka Pendek dan Strategi Shift Khusus
Wali Kota memastikan bahwa Pemkot Denpasar telah bergerak cepat. Sampah di titik-titik yang viral tersebut sudah dikoordinasikan dengan desa terkait dan telah dibersihkan oleh tim.
Untuk mengatasi masalah serupa di masa depan, Pemkot Denpasar menyiapkan strategi baru:
-
Pengaturan Shift Khusus: Akan diterapkan pengaturan shift pengangkutan sampah, terutama saat momen hari raya atau libur panjang.
-
Tim Bantuan Cepat: Pengerahan bantuan dari tim DLHK (Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan) dan tim gerak cepat akan dilakukan jika terjadi penumpukan sampah di luar jadwal rutin.
Jaya Negara berharap, dengan adanya penyesuaian jadwal dan dukungan tim gerak cepat, masalah penumpukan sampah di Denpasar dapat diminimalisir, sekaligus mengimbau masyarakat agar lebih disiplin dalam mengikuti jadwal dan imbauan pembuangan sampah
Editor: Rudi.








