Tingkatkan Potensi Lokal, Mahasiswa KKN Unwar Lakukan Pendataan dan Pendampingan UMKM di Kelurahan Kesiman

 Tingkatkan Potensi Lokal, Mahasiswa KKN Unwar Lakukan Pendataan dan Pendampingan UMKM di Kelurahan Kesiman

Foto: Pendataan dan Pendampingan Penguatan Pemasaran UMKM Kelurahan Kesiman Kota Denpasar Oleh: Ketut Sudarmini,SE.,M.Agb,Dr.A.A Media Martadiani,SE.,M.M,Dr.Ni Wayan Sitiari,SE.,M.M

Denpasar, Letternews.net – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Warmadewa (Unwar) melakukan pendataan dan pendampingan untuk memperkuat pemasaran Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kelurahan Kesiman, Denpasar. Kegiatan ini bertujuan mengimplementasikan ilmu dari bangku kuliah sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat.

BACA JUGA:  18 Tahun, MCW Teguh Mengawal Negeri

Program yang melibatkan 25 mahasiswa dengan tiga dosen pendamping, yakni Ketut Sudarmini, SE., M.Agb, Dr. A.A Media Martadiani, SE., M.M, dan Dr. Ni Wayan Sitiari, SE., M.M, berfokus pada pendataan potensi ekonomi lokal di Kelurahan Kesiman.

Menurut dosen pembimbing, pendataan ini sangat penting untuk merancang kebijakan yang tepat sasaran, seperti pelatihan, permodalan, dan akses pasar. Langkah ini sejalan dengan target SDG 8 (Pekerjaan yang Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) dan SDG 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan).

Selain pendataan, mahasiswa juga melakukan pendampingan untuk membantu pelaku UMKM meningkatkan daya saing melalui penguatan konsep pemasaran. Pendampingan ini mencakup edukasi dan motivasi untuk selalu memperhatikan kualitas produk dan layanan terhadap konsumen.

“Pelaku UMKM seringkali kurang memahami bagaimana mempertahankan kelanjutan usahanya dengan menguatkan pemasaran. Melalui program ini, kami berharap mereka dapat bersaing dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan,” ujar Ketut Sudarmini.

BACA JUGA:  Darurat Sampah Denpasar: TPA Suwung Tutup 1 Maret, Pemkot Siapkan Rp 103 Miliar untuk "Buang" Limbah ke Bangli

Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat jaringan dan kolaborasi antar berbagai pihak, mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif, mengurangi pengangguran, dan memastikan UMKM dapat berkembang selaras dengan tata ruang kota.

Editor: Rudi.

.

Bagikan: