Kesenian Kontemporer Bali Butuh Panggung Seimbang, Ibu Putri Koster Siapkan Lomba Drama Modern
Srikandi Kuta Pindah Haluan! Luh Gede Sri Mediastuti Resmi Tinggalkan Golkar dan Jabat Bendahara PAC PDIP Kuta
Foto: Politisi senior Luh Gede Sri Mediastuti (Luh De) resmi tinggalkan Golkar dan bergabung ke PDIP Badung. Kini ia menjabat Bendahara PAC PDIP Kuta. Simak alasannya!

BADUNG, Letternews.net – Dinamika politik di Kabupaten Badung langsung memanas di awal tahun 2026. Politisi senior yang juga tokoh perempuan (Srikandi) asal Kuta, Luh Gede Sri Mediastuti, secara mengejutkan mengumumkan pengunduran dirinya dari Partai Golkar dan resmi berlabuh ke PDI Perjuangan.
Langkah politisi yang akrab disapa Luh De ini tidak main-main. Pasca-bergabung, mantan anggota DPRD Badung ini langsung dipercaya mengemban mandat strategis sebagai Bendahara PAC PDIP Kecamatan Kuta.
Bantah Isu Emosional dan Politik “Kutu Loncat”
Ditemui pada Senin (05/01/2026), Luh De menegaskan bahwa keputusannya menyeberang ke partai berlambang banteng moncong putih tersebut bukanlah hasil dari kekecewaan sesaat atau sikap emosional. Ia menyebut perpindahan ini adalah hasil perenungan ideologis yang panjang.
“Ini adalah proses panjang yang lahir dari perenungan, dialog batin, serta pertimbangan nilai dan arah pengabdian ke depan,” tegasnya.
Luh De juga menepis anggapan miring sebagai politik “kutu loncat”. Baginya, berpindah partai adalah upaya menjaga konsistensi dalam memperjuangkan kepentingan rakyat di wadah yang ia nilai lebih sejalan dengan idealismenya saat ini.
“PDIP saya pandang sebagai rumah ideologis yang memberi ruang luas bagi perjuangan kerakyatan, kebangsaan, dan keberpihakan pada wong cilik,” tambah Luh De.
Penghormatan untuk Golkar dan Respon “Turah Tut”
Meski kini telah berseragam merah, Luh De menyatakan tetap menaruh hormat setinggi-tingginya kepada Partai Golkar. Baginya, partai berlambang pohon beringin tersebut telah memberikan banyak pelajaran berharga selama bertahun-tahun ia berkarir di sana.
Menanggapi langkah kadernya tersebut, Ketua DPD Golkar Badung, Anak Agung Ngurah Ketut Agus Nadi Putra, menanggapi dengan kepala dingin. Pria yang akrab disapa Turah Tut ini mengonfirmasi bahwa pengunduran diri Luh De sebenarnya sudah tercium sejak masa Pilkada lalu.
“Ke mana pun beliau berlabuh, selama partainya berideologi NKRI dan nasionalis, tentu kami apresiasi. Itu hak politik pribadi yang harus dihormati,” pungkas Turah Tut dengan bijak.
Langkah berani Luh De ini diprediksi akan mengubah konstelasi kekuatan politik di wilayah Kuta menjelang agenda-agenda politik strategis di Kabupaten Badung ke depannya.
Editor: Rudi.







