Kesenian Kontemporer Bali Butuh Panggung Seimbang, Ibu Putri Koster Siapkan Lomba Drama Modern
Solid Bergerak! PDI Perjuangan Bali Jadi yang Tercepat Tuntaskan Konsolidasi Akar Rumput di Jembrana
Foto: Ketua DPD PDI Perjuangan Bali Wayan Koster kukuhkan 1.794 pengurus se-Jembrana. Konsolidasi tercepat dan pertama di Bali hingga tingkat akar rumput.

JEMBRANA, Letternews.net – Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali, Wayan Koster, menunjukkan keseriusannya dalam memperkuat struktur partai di tingkat akar rumput. Bertempat di Ballroom Gedung Kesenian Ir. Bung Karno, Jembrana, Selasa (24/3/2026), Koster secara resmi mengukuhkan sebanyak 1.794 pengurus partai masa bakti 2025–2030 se-Kabupaten Jembrana.
Kegiatan konsolidasi akbar ini dihadiri oleh tokoh-tokoh sentral partai, termasuk mantan Bupati Jembrana I Gede Winasa, Ketua DPC PDI Perjuangan sekaligus Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan, serta Wabup Jembrana I Gede Ngurah Patriana Krisna. Turut hadir pula para perbekel, bendesa, dan kelian desa se-Kabupaten Jembrana.
Konsolidasi Tercepat di Bali
Sebanyak 1.794 personel yang dikukuhkan terdiri dari 55 pengurus PAC tingkat kecamatan, 459 pengurus ranting tingkat desa, serta 1.280 pengurus anak ranting. Wayan Koster menegaskan bahwa konsolidasi ini merupakan yang pertama kalinya dilakukan secara langsung oleh Ketua DPD di tingkat tersebut di Bali.
“Saya meluangkan waktu secara khusus untuk mengonsolidasikan seluruh jajaran partai. Ini penting agar para pengurus memahami posisi dan tanggung jawabnya dalam membangun partai,” tegas Koster dalam sambutannya.
Ia menyebut DPD PDI Perjuangan Bali menjadi yang pertama dan tercepat dalam menuntaskan konsolidasi hingga tingkat bawah, sebagai tindak lanjut dari hasil Kongres ke-6 PDI Perjuangan.
Disiplin, Berbudaya, dan Jaga Lingkungan
Koster mengingatkan seluruh kader untuk bergabung dengan penuh disiplin, tertib, dan tanggung jawab. Ia menekankan agar kader menjalankan ajaran partai yang berkepribadian dalam kebudayaan sebagai landasan membangun daerah hingga ke tingkat desa.
Selain isu internal partai, Koster juga menyoroti masalah strategis daerah. Ia mengajak para perbekel dan bendesa untuk fokus pada pengelolaan sampah berbasis sumber, pengendalian alih fungsi lahan produktif, serta melarang praktik kepemilikan lahan secara nominee (atas nama pihak lain).
“Struktur partai di Bali saat ini berada dalam kondisi solid dan diisi kader yang berkualitas. Kita harus menyatukan langkah untuk memperkuat organisasi dan bekerja bersama masyarakat memajukan wilayah masing-masing,” pungkasnya.
Editor: Rudi.







