
DENPASAR, Letternews.net – Teka-teki mengenai siapa yang akan menakhodai jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) di Pemerintah Kota Denpasar akhirnya terjawab. Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, dijadwalkan melantik I Gusti Ngurah Eddy Mulya sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) definitif Kota Denpasar pada Jumat (30/01/2026) besok.
Keputusan ini diambil setelah proses lelang jabatan yang berlangsung ketat sejak Desember 2025 lalu. Eddy Mulya, yang saat ini menjabat sebagai Penjabat (Pj) Sekda sekaligus Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Denpasar, terpilih setelah menempati posisi teratas dalam seleksi terbuka.
[irp]
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Denpasar, I Wayan Sudiana, mengonfirmasi rencana pelantikan tersebut. Menurutnya, penetapan nama Eddy Mulya telah melalui mekanisme hukum yang berlaku.
“Pelantikannya dijadwalkan Jumat ini, menyesuaikan dengan jadwal Pak Walikota. Nama yang terpilih adalah kandidat dengan nilai tertinggi,” ujar Sudiana saat diwawancarai pada Kamis (29/01/2026).
Sudiana menambahkan bahwa penunjukan ini telah mengantongi pertimbangan teknis dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) serta hasil konsultasi dengan Gubernur Bali, sehingga seluruh aspek administratif telah terpenuhi.
[irp]
Dalam proses lelang jabatan Sekda kali ini, persaingan mengerucut pada tiga nama besar setelah salah satu calon, Ida Bagus Alit Adhi Merta, mengundurkan diri karena kendala jadwal. Berdasarkan hasil akhir penilaian, Eddy Mulya unggul jauh dari kandidat lainnya:
I Gusti Ngurah Eddy Mulya: Skor 87,15 (Kepala Bapenda/Pj Sekda)
Luh Putu Kusumawati: Skor 82,25 (Kepala BPKAD)
I Wayan Budha: Skor 77,55 (Kepala DPMD)
“Walikota telah menetapkan nama dengan nilai tertinggi untuk memimpin birokrasi di Denpasar demi percepatan pembangunan kota,” tegas Sudiana.
[irp]
Selain jabatan Sekda definitif, prosesi pelantikan besok juga akan merombak beberapa posisi pejabat lain di lingkungan Pemerintah Kota Denpasar. Langkah ini diambil sebagai bagian dari penyegaran organisasi dan pengisian kekosongan jabatan guna meningkatkan efisiensi pelayanan publik di bawah kepemimpinan Jaya Negara-Kadek Agus Arya Wibawa.
Editor: Rudi.