Rupiah Melemah, Tokoh Pariwisata Bali Ketut Darmayasa: Jadikan Momentum Genjot Produk Lokal dan Eksperimental Tourism

 Rupiah Melemah, Tokoh Pariwisata Bali Ketut Darmayasa: Jadikan Momentum Genjot Produk Lokal dan Eksperimental Tourism

Foto:Ketut Darmayasa (Ketua IFBEC) peringati Hari Arak Bali 2026 di Grand Istana Rama. Simak visinya menjadikan Arak Bali spirit ke-7 dunia lewat food pairing Timbungan.

DENPASAR, Letternews.net – Lonjakan nilai tukar dolar AS terhadap rupiah yang terjadi belakangan ini harus disikapi secara cerdas oleh para pelaku industri pariwisata di Bali. Alih-alih menjadi ancaman, situasi ini justru dapat dikonversi menjadi peluang emas untuk mendongkrak pendapatan daerah.

Tokoh pariwisata Bali, Ketut Darmayasa, S.IP., MM., CHT., menyatakan bahwa melemahnya nilai tukar rupiah harus dijadikan momentum untuk memanen peluang dari ruang waktu dan kesempatan yang ada.

“Kita harus fokus untuk meningkatkan revenue (pendapatan) dan mulai beralih menggunakan produk-produk lokal guna mengurangi ketergantungan terhadap produk impor,” ujar Ketut Darmayasa pada Selasa (19/5/2026).

BACA JUGA:  Pemprov Promosikan Pariwisata Bali ke Polandia

Strategi Menghadapi Dolar Naik: Dorong Eksperimental Tourism

Menurut Ketut Darmayasa, ada beberapa langkah taktis yang harus segera dioptimalkan oleh para pengusaha pariwisata di Bali untuk menjaga keberlanjutan bisnis:

  • Optimalisasi Experimental Tourism: Wisatawan asing saat ini mencari pengalaman otentik. Menjual narasi budaya, tradisi, dan petualangan lokal jauh lebih bernilai tinggi daripada sekadar fasilitas fisik.

  • Efisiensi Energi & Manajemen Ketat: Di tengah potensi kenaikan biaya operasional akibat inflasi global, manajemen keuangan dan penghematan energi menjadi kunci utama.

  • Hindari Perang Harga: Menurunkan tarif demi menggaet wisatawan adalah langkah keliru. Kualitas pelayanan harus tetap menjadi prioritas utama.

BACA JUGA:  Buka Orientasi Anggota DPD RI Periode 2024-2029, LaNyalla Tekankan Pentingnya Kolaborasi dan Sinergi

Waspadai Efek Samping Kenaikan Kunjungan Wisatawan

Meskipun pelemahan rupiah membuat Bali menjadi destinasi yang “lebih murah” bagi turis asing dan berpotensi meningkatkan kunjungan, Ketut Darmayasa mengingatkan adanya dampak turunan yang harus diantisipasi sejak dini.

Jika jumlah wisatawan melonjak tanpa kontrol, Bali akan dihadapkan pada masalah klasik yang berpotensi menurunkan kualitas pariwisata itu sendiri.

“Hubungan bisnis memang bisa meningkat, namun sudah pasti potensi penumpukan sampah akan bertambah, kemacetan di jalanan semakin parah, dan jika tidak hati-hati, kualitas layanan bisa menurun,” urainya memperingatkan.

Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya menjaga keseimbangan. Keuntungan finansial jangka pendek jangan sampai merusak reputasi jangka panjang pariwisata Bali. “Jangan lupa, kita harus tetap menjaga kualitas pelayanan kita,” pungkasnya.

Editor: Rudi.

.

Bagikan: