Pindah ke “Lahan Basah” Penegakan Hukum, I Nyoman Parta Resmi Bertugas di Komisi III DPR RI: Perjuangkan Keadilan yang Tajam ke Atas!

 Pindah ke “Lahan Basah” Penegakan Hukum, I Nyoman Parta Resmi Bertugas di Komisi III DPR RI: Perjuangkan Keadilan yang Tajam ke Atas!

Foto: Anggota DPR RI Dapil Bali, Nyoman Parta

JAKARTA, Letternews.net – Politisi vokal asal Bali, I Nyoman Parta, S.H., membawa kabar mengejutkan sekaligus membanggakan bagi masyarakat Pulau Dewata. Setelah sukses mengawal isu UMKM dan Pendidikan, kini Nyoman Parta resmi mengemban amanah baru dengan bertugas di Komisi III DPR RI, sebuah komisi bergengsi yang membidangi urusan Hukum, HAM, dan Keamanan.

Langkah ini dipandang strategis mengingat sosok Nyoman Parta dikenal sebagai pejuang aspirasi rakyat yang tak kenal kompromi.

BACA JUGA:  Jual Beras di Atas HET, Pedagang Pasar Badung Disidak Satgas Pangan Bali

Menjawab Tantangan “No Viral, No Justice”

Dalam pernyataan resminya, Nyoman Parta mengakui bahwa bidang penegakan hukum saat ini berada di titik nadir kepercayaan publik. Ia menyoroti fenomena sosial di mana hukum sering dianggap hanya tajam ke bawah namun tumpul ke atas.

“Ungkapan No Viral No Justice adalah cermin bahwa masih lemahnya penegakan hukum kita. Hukum belum responsif terhadap keadilan. Memang berat, namun keadilan tidak jatuh dari langit, ia harus diperjuangkan,” tegas Parta pada Rabu (14/01/2026).

BACA JUGA:  Marching Band dan Tari Kolosal Polda Bali Meriahkan Dirgahayu Bhayangkara Ke-79

Rekam Jejak di Senayan: Dari BUMN hingga Hukum

Penempatan di Komisi III ini menambah daftar portofolio pengabdian Nyoman Parta di Senayan:

  • Periode I: 5 tahun di Komisi VI (Membidangi BUMN dan UMKM).

  • Periode II (Awal): 15 bulan di Komisi X (Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga).

  • Januari 2026: Resmi bergeser ke Komisi III (Hukum, HAM, dan Keamanan).

BACA JUGA:  Kapolres Buleleng Serahkan Bansos  Kepada Masyarakat Tidak Mampu

Lahir dari Keluarga Sederhana, Berjuang untuk Rakyat

Di balik pencapaiannya sebagai anggota lembaga legislatif tertinggi negara, Nyoman Parta tetap membumi. Ia mengenang sosok almarhum ayahnya, I Nyoman Klejut, yang hanya sekolah sampai kelas 4 SD, dan ibundanya, Ni Ketut Jembor.

“Tiang (saya) dilahirkan dari orang tua yang pendidikannya sangat sederhana. Atas doa mereka dan dukungan krama Bali, tiang bisa ada di Senayan. Tiang percaya politik adalah alat untuk memperjuangkan keadilan dan kemanusiaan. Di manapun posisinya, harus bermakna dan bermanfaat,” ungkapnya haru.

Kehadiran Nyoman Parta di Komisi III diharapkan mampu memberikan warna baru, terutama dalam mengawasi mitra kerja seperti Polri, Kejaksaan Agung, dan Kemenkumham agar lebih berpihak pada keadilan masyarakat kecil di Bali dan Indonesia.

Editor: Rudi.

.

Bagikan: