Perangi Pinjol Ilegal, OJK Bali Bekali Guru SMA Modul Ajar Literasi Keuangan Terpadu

 Perangi Pinjol Ilegal, OJK Bali Bekali Guru SMA Modul Ajar Literasi Keuangan Terpadu

Foto: OJK Provinsi Bali gelar Kick Off & ToT Modul Ajar Literasi Keuangan untuk guru SMA/MA se-Bali. Upaya cegah pinjol dan investasi ilegal sejak dini bagi pelajar.

DENPASAR, Letternews.net – Menyadari pentingnya kecakapan finansial sebagai keahlian hidup (essential life skill), Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Bali resmi memulai Kick Off dan Training of Trainers (ToT) implementasi Modul Ajar Literasi Keuangan tingkat SMA/MA se-Provinsi Bali, Selasa (24/2/2026).

Kegiatan yang dilaksanakan secara hybrid ini mengundang kepala sekolah dan guru mata pelajaran Ekonomi sebagai garda terdepan dalam mendidik 902.437 pelajar di Bali agar melek keuangan dan terhindar dari jeratan kejahatan digital.

BACA JUGA:  Hari Kesaktian Pancasila: Bangkit Bergerak Bersama Pancasila

Cegah Investasi dan Pinjol Ilegal

Kepala Direktorat Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan OJK Provinsi Bali, Irhamsah, menekankan bahwa literasi keuangan adalah benteng utama bagi anak muda di tengah gempuran produk keuangan digital yang berisiko.

“Pemahaman keuangan sangat penting untuk mencegah potensi permasalahan seperti penawaran investasi ilegal, pinjaman online ilegal, serta kejahatan keuangan digital lainnya,” tegas Irhamsah.

Berdasarkan data survei tahun 2025, tingkat literasi keuangan nasional berada di angka 66,46%, sementara khusus usia pelajar (15-17 tahun) masih tertinggal di angka 51,68%. Ketimpangan inilah yang ingin dikejar oleh OJK melalui standarisasi materi ajar.

BACA JUGA:  OJK Provinsi Bali Terus Mendorong Peningkatan Peran Tim Percepatan Akses Keuangan (TPAKD) Bali

Implementasi 16 Jam Pelajaran

Modul ajar ini dirancang khusus untuk siswa kelas X pada semester kedua dengan total 16 jam mata pelajaran. Materi yang diajarkan mencakup konsep dasar manajemen keuangan, pengenalan produk jasa keuangan, hingga pemahaman tentang aset digital dan mekanisme perlindungan konsumen.

Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Provinsi Bali, Ida Bagus Gde Wesnawa Punia, S.T., M.Si., memberikan apresiasi tinggi terhadap langkah kolaboratif ini.

“Langkah nyata ini memperkuat kapasitas generasi muda Bali. Kami berharap literasi keuangan tidak berhenti pada teori saja, namun terwujud dalam ekosistem praktik baik di sekolah,” ujar Wesnawa Punia.

BACA JUGA:  Ngurah Wiryanata Plt Sekwan DPRD Bali, Sebagai ASN Harus Siap Ditugaskan Dimanapun. 

Mendukung Indonesia Emas 2045

Sesuai dengan UU Nomor 59 Tahun 2024 tentang RPJPN 2025-2045, sektor keuangan menjadi salah satu indikator utama pembangunan. Dengan target inklusi keuangan sebesar 98% pada tahun 2045, pembekalan melalui guru sebagai “Duta Literasi Keuangan” diharapkan mampu mencetak masyarakat Bali yang cerdas, mandiri secara finansial, dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi nasional.

Editor: Rudi.

.

Bagikan: