OJK Bali Sorot Tri Hita Karana dan Ekonomi Siklus Panca Yadnya: Kunci Bangun Industri Keuangan Tangguh Berlandaskan Dharma Menuju Indonesia Emas

 OJK Bali Sorot Tri Hita Karana dan Ekonomi Siklus Panca Yadnya: Kunci Bangun Industri Keuangan Tangguh Berlandaskan Dharma Menuju Indonesia Emas

Foto: Kepala OJK Bali Kristrianti Puji Rahayu gelar Dharma Wacana HUT ke-14 OJK. Bahas implementasi filosofi Tri Hita Karana & Panca Yadnya sebagai model ekonomi sirkular berkelanjutan. OJK dorong pendanaan hijau dan integritas menuju Indonesia Emas.

DENPASAR, Letternews.net – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahunnya yang ke-14, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Bali menyelenggarakan Dharma Wacana bertajuk “Membangun Perekonomian dan Industri Keuangan yang Tangguh dalam Mewujudkan Indonesia Maju dari Perspektif Hindu” di Kantor OJK Bali, Senin (17/11).

BACA JUGA:  Warga Musi Banyuasin Diduga Dibakar

Kepala Kantor OJK Provinsi Bali, Kristrianti Puji Rahayu, menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan harus berlandaskan nilai-nilai dharma, keadilan, dan keselarasan alam semesta, selaras dengan filosofi Tri Hita Karana (Tiga Penyebab Kebahagiaan).

“Dalam pelaksanaan tugas OJK, ada faktor-faktor yang tidak bisa diabaikan. (Tri Hita Karana) sebagai way out life untuk seluruh warga Bali,” ujar Kristrianti.

BACA JUGA:  Wagub Giri Prasta Dorong Perkuat Sinergitas Jaga Kerukunan

Ia menjelaskan implementasi Tri Hita Karana dalam tugas OJK:

  1. Parahyangan (Hubungan dengan Tuhan): Menghasilkan peraturan yang berintegritas.

  2. Pawongan (Hubungan dengan Sesama): Menjaga keharmonisan interaksi dengan stakeholder.

  3. Palemahan (Hubungan dengan Alam): Mendorong industri jasa keuangan memberikan akses permodalan bagi usaha yang berorientasi pelestarian lingkungan (pendanaan hijau).

BACA JUGA:  Jelang Penutupan TPA Suwung, Pemkot Denpasar Perkuat Sinergi Desa-Kelurahan: Walikota Jaya Negara Pimpin Rapat Acelarasi Optimalisasi 24 TPS3R dan Teba Modern

Panca Yadnya sebagai Model Ekonomi Sirkular Berkelanjutan

Dr. I Made Adi Surya Pradnya dari UHN I Gusti Bagus Sugriwa, selaku narasumber, memaparkan bagaimana konsep Panca Yadnya (lima persembahan suci) secara tradisional telah menjadi motor penggerak ekonomi rakyat dan membentuk model ekonomi sirkular yang berkelanjutan di Bali.

Siklus ekonomi Panca Yadnya meliputi Produksi (petani), Distribusi (pedagang), Pengolahan (sarati), Konsumsi Ritual, Distribusi Prasadam (lungsuran), hingga kembali ke alam melalui Pengomposan sisa organik.

Narasumber juga menyoroti bagaimana tradisi Hindu telah beradaptasi, menciptakan sektor ekonomi baru seperti crematorium, pasar banten cepat saji, dan layanan “one-stop service” Yadnya, yang semuanya menjadi peluang bagi UMKM lokal.

BACA JUGA:  DJP Fasilitasi Pelatihan Bagi Wirausaha Tuli

Keluarga dan Integritas untuk Indonesia Emas

Dharma Wacana ini menekankan keluarga sebagai pondasi ekonomi melalui pendidikan finansial dan penanaman nilai Dharma, Artha, Kama, dan Moksha. OJK menegaskan bahwa nilai-nilai seperti dharma, integritas, dan karma yoga adalah landasan penting untuk memperkuat sistem keuangan nasional, yang pada akhirnya akan mendorong tercapainya Indonesia Emas.

Editor:Rudi.

.

Bagikan: