Targetkan Juara Umum Porprov 2027, Wawali Arya Wibawa Buka Rakerkot KONI Denpasar 2026
Jelang Penutupan TPA Suwung, Pemkot Denpasar Perkuat Sinergi Desa-Kelurahan: Walikota Jaya Negara Pimpin Rapat Acelarasi Optimalisasi 24 TPS3R dan Teba Modern
Foto: Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara pimpin rapat perbekel/lurah (15/12) bahas Percepatan Penanganan Sampah jelang Penutupan TPA Suwung 23 Desember. Fokus: Optimalisasi 24 TPS3R, 5.940 Teba Modern, dan solusi kendala tenaga kerja. Walikota: Sinergi desa/kelurahan adalah kunci.

DENPASAR, Letternews.net – Pemerintah Kota Denpasar serius memperkuat sinergi dengan seluruh desa dan kelurahan sebagai upaya percepatan penanganan sampah, menjelang rencana penutupan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Suwung pada 23 Desember mendatang.
Langkah strategis ini ditandai dengan Rapat yang dipimpin langsung oleh Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, bersama para perbekel dan lurah se-Kota Denpasar di Gedung Graha Sewakadarma (GSD), pada Senin, 15 Desember 2025.
Kendala Sumber Daya Manusia dan Mesin Pengolahan
Walikota Jaya Negara menjelaskan bahwa rapat ini dilakukan untuk menyikapi kebijakan Pemprov Bali terkait TPA Suwung, dengan fokus pembahasan pada optimalisasi 24 TPS3R dan sarana pengelolaan berbasis sumber.
Meskipun Denpasar telah memiliki 5.940 teba modern dan 12.185 komposter, Walikota mengakui masih ada kendala signifikan di lapangan:
-
Keterbatasan Tenaga Kerja: Minat masyarakat untuk bekerja di sektor persampahan masih rendah, meski desa dan kelurahan mampu mengalokasikan anggaran.
-
Dukungan Mesin: Beberapa TPS3R masih membutuhkan dukungan mesin pengolahan untuk meningkatkan kapasitas harian.
“Saat ini Denpasar memiliki 5.940 teba modern dan 12.185 komposter. Jumlah ini terus kami dorong agar bertambah, karena masih belum mencukupi untuk menangani seluruh timbulan sampah. Selain itu, 24 TPS3R yang ada juga perlu terus dioptimalkan,” ujar Jaya Negara.
Peningkatan Kapasitas dan Solusi Jangka Panjang PSEL
Perbekel Pemecutan Kaja, Anak Agung Ngurah Arwatha, turut menyoroti tantangan nyata, di mana TPS3R di wilayahnya hanya didukung dua petugas pengolah, sementara total timbulan sampah mencapai 49,38 ton per hari, dan hanya 1,6 ton per hari yang terolah.
Walikota Jaya Negara menegaskan bahwa secara ideal, penutupan TPA Suwung harus dilakukan setelah beroperasinya Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL), yang akan menangani sisa sampah yang tidak dapat diolah di tingkat lokal.
Walikota berjanji akan menyampaikan seluruh masukan dan kendala yang dihadapi desa/kelurahan kepada Gubernur Bali untuk mendapatkan solusi terbaik. Ia mengajak seluruh jajaran untuk terus berkomitmen, berinovasi, dan memperkuat edukasi kepada masyarakat agar pengelolaan sampah berbasis sumber berjalan optimal.
“Dengan sinergi antara pemerintah kota, desa, dan kelurahan, kami optimistis penanganan sampah di Kota Denpasar dapat terus ditingkatkan secara berkelanjutan,” pungkasnya.
Editor: Rudi.








