Jalankan Arahan Presiden Prabowo, Wabup Tjok Surya Pimpin Aksi Kolosal Bersih Pantai Watu Klotok
Hari Pertama Menjabat Kadisbud Bali, Gus Alit Suryana Langsung Tancap Gas Digitalisasi Budaya
Foto: Pasca dilantik Gubernur Koster, Kadisbud Bali IB Alit Suryana langsung tancap gas. Simak visi 100 hari pertamanya: Digitalisasi budaya & pemberdayaan seniman.

DENPASAR, Letternews.net — Pasca dilantik secara resmi oleh Gubernur Bali, Wayan Koster, di Gedung Wiswa Sabha Utama pada Rabu (04/02/2026), Kepala Dinas Kebudayaan (Kadisbud) Provinsi Bali yang baru, Ida Bagus Alit Suryana, S.Ag., M.Si, langsung memulai hari pertamanya dengan komitmen tinggi.
Gus Alit, yang sebelumnya dikenal sebagai Kabid Tradisi dan Warisan Budaya, kini memegang nakhoda “jantung” visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali. Ia menegaskan bahwa tidak ada waktu untuk bersantai, melainkan langsung bekerja demi memperkuat ekosistem kebudayaan Bali.
Fokus Utama: Tradisi yang Relevan dan Digital
Menyadari Bali tengah berada di era disrupsi, Gus Alit membawa misi besar untuk menjaga relevansi tradisi di mata generasi muda. Fokus utamanya adalah memastikan warisan budaya Bali tidak sekadar menjadi artefak masa lalu.
“Kita akan memperkuat Digitalisasi Kebudayaan. Seluruh warisan budaya, baik benda maupun tak benda, harus terdata secara digital. Ini kunci agar budaya kita mudah diakses dan dicintai oleh generasi Z dan Alpha,” ungkap Gus Alit dalam bincang hangatnya.
Selain digitalisasi, ia juga berkomitmen memfasilitasi seniman lokal agar memiliki akses ke panggung internasional melalui peran pemerintah sebagai fasilitator yang aktif.
Agenda 100 Hari: Budaya yang Memberdayakan Ekonomi
Dalam program 100 hari pertamanya, Gus Alit telah menetapkan dua prioritas strategis:
-
Konsolidasi Internal: Menyelaraskan ritme kerja dinas untuk mempercepat target program kerja tahun 2026.
-
Kualitas Event: Meningkatkan standar festival dan agenda kebudayaan tahunan agar memberikan dampak ekonomi kreatif yang nyata bagi masyarakat.
“Kita ingin budaya Bali tidak hanya indah secara estetika, tetapi juga mampu memberdayakan krama Bali secara ekonomi,” tambahnya.
Menjalankan Amanah “Fokus, Tulus, Lurus”
Langkah cepat Gus Alit ini merupakan jawaban atas arahan Gubernur Wayan Koster saat pelantikan kemarin. Gubernur menekankan agar seluruh Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama yang baru dilantik bekerja dengan prinsip Fokus, Tulus, dan Lurus.
Gubernur Koster berharap stabilitas birokrasi di tangan para pemimpin baru ini menjadi tulang punggung yang kuat untuk percepatan pembangunan Bali, khususnya dalam menjadikan Bali sebagai pusat peradaban dunia.
Editor: Rudi.








