Hardiknas 2026: Teguh Santosa Sebut Media Siber Adalah ‘Ruang Belajar Kedua’ Bangsa

 Hardiknas 2026: Teguh Santosa Sebut Media Siber Adalah ‘Ruang Belajar Kedua’ Bangsa

Foto: Ketua Umum (Ketum) Jaringan Media Serikat Siber Indonesia (JMSI) Teguh Santosa

JAKARTA, Letternews.net — Di tengah transformasi digital yang kian masif, peran pers kini melampaui sekadar penyampai informasi. Ketua Umum Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI), Dr. Teguh Santosa, menegaskan bahwa media siber kini telah menjelma menjadi “ruang belajar kedua” yang berperan krusial dalam mengakselerasi kualitas pendidikan nasional.

Dalam momentum peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), Sabtu (2/5), Teguh menyoroti bagaimana kecepatan diseminasi informasi melalui portal berita digital menjadi kunci utama dalam memangkas ketimpangan akses pengetahuan di berbagai pelosok wilayah Indonesia.

BACA JUGA:  Dua Belas Bulan Kejagung Tangkap 138 Buronan

Pers Sebagai Katalisator Literasi Digital

Menurut Teguh, yang juga merupakan dosen di UIN Syarif Hidayatullah, tantangan dunia pendidikan saat ini telah bergeser ke ranah kecerdasan buatan (AI) dan otomatisasi. Jika media tidak mengambil peran sebagai pengawal nalar kritis, generasi muda berisiko menjadi “penonton” di tengah kemajuan teknologi.

“Pendidikan tidak hanya terjadi di ruang kelas. Media siber punya tanggung jawab besar untuk mengkurasi konten yang mendidik dan membangun karakter, bukan sekadar mengejar sensasi,” ujar Teguh Santosa.

BACA JUGA:  Bali Heboh Warga Negara Suriah dan Ukraina Punya KTP Denpasar

Mendorong Narasi Inspiratif dari Daerah

JMSI secara aktif mendorong para anggotanya untuk tidak hanya fokus pada isu kebijakan makro, tetapi juga mengangkat praktik baik dari lapangan. Sosok guru inspiratif, inovasi sekolah di daerah terpencil, hingga prestasi pelajar harus menjadi narasi utama di ruang siber.

“Jangan sampai media siber hanya ramai dengan sensasi. Kita perlu lebih banyak narasi yang mengangkat prestasi pelajar dan inovasi sekolah agar menjadi inspirasi nasional,” tambahnya.

BACA JUGA:  Sanur Village Festival Tahun 2023, Harapkan Pulihkan Pariwisata Bali

Sinergi Lintas Sektor

Menutup keterangannya, mantan Wakil Rektor UBK ini mengajak adanya kolaborasi erat antara media siber dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, serta Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Kolaborasi ini dianggap vital untuk memastikan kebijakan pendidikan mendapatkan masukan yang konstruktif berbasis data lapangan.

“Hardiknas 2026 adalah momentum bagi pers untuk memosisikan diri sebagai mitra pembangunan manusia Indonesia. Mencerdaskan bangsa adalah tugas kolektif kita bersama,” pungkasnya.

Editor: Rudi.

.

Bagikan: