
DENPASAR, Letternews.net – Menindaklanjuti arahan Presiden RI terkait sinergi pemerintah pusat dan daerah, Pemerintah Provinsi Bali menggelar aksi kolosal Gerakan Bali Bersih Sampah, Minggu (1/3/2026). Tak tanggung-tanggung, sebanyak 27.500 orang yang terdiri dari ASN, TNI, POLRI, siswa, hingga komunitas lingkungan turun serentak di 9 kabupaten/kota se-Bali.
Gubernur Bali, Wayan Koster, memimpin langsung aksi ini di Pantai Padang Galak, Denpasar, yang diikuti oleh 4.500 peserta. Dalam arahannya, Koster menegaskan bahwa penuntasan masalah sampah kini berstatus Program Super Prioritas Mendesak.
[irp]
Gubernur Koster menekankan pentingnya konsep “1 Pulau, 1 Pola, dan 1 Tata Kelola” melalui semangat Nindihin Gumi Bali. Ia menyoroti kondisi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di berbagai wilayah Bali yang sudah mengalami overload.
“Masalah utama kita adalah belum optimalnya pengelolaan sampah di hulu atau sumbernya. Hal ini menyebabkan penumpukan di TPS3R/TPST yang akhirnya membebani TPA. Kita harus mempercepat pengelolaan sampah berbasis sumber sesuai Pergub 47 Tahun 2019,” ujar Koster tegas.
[irp]
Gerakan serentak ini tersebar di titik-titik strategis seluruh Bali dengan rincian peserta sebagai berikut:
[irp]
Selain pembersihan fisik, Gubernur Koster mengajak masyarakat melakukan langkah nyata seperti pemilahan sampah rumah tangga, optimalisasi bank sampah, hingga mendukung industri kreatif berbasis limbah.
“Keberhasilan gerakan ini akan menjadi warisan tak ternilai bagi Bali, Indonesia, bahkan dunia,” imbuhnya.
Kegiatan di Pantai Padang Galak juga dirangkaikan dengan peresmian Rumah Kakek Foundation, penyerahan bantuan pendidikan kepada 14 siswa oleh Pasraman Satyam Eva Jayate, serta pelepasan armada penyemprotan eco-enzyme untuk menjaga ekosistem lingkungan.
Editor: Rudi.