
TABANAN, Letternews.net – Tim Penggerak (TP) PKK Provinsi Bali kembali menunjukkan komitmen nyata dalam membantu kesejahteraan masyarakat. Melalui program kerja unggulan bertajuk “Aksi Sosial Bergerak dan Berbagi”, jajaran pengurus turun langsung menyasar 150 warga rentan di tiga lokasi berbeda di Kabupaten Tabanan, Jumat (17/7/2026).
Ketiga titik klaster penyerahan bantuan tersebut dipusatkan di Desa Bangli (Kecamatan Baturiti), Desa Jatiluwih (Kecamatan Penebel), dan Desa Kelating (Kecamatan Kerambitan).
Aksi kemanusiaan ini dibangun lewat kolaborasi lintas sektor yang kuat antara TP PKK Provinsi Bali, TP PKK Kabupaten Tabanan, serta berbagai instansi kedinasan di lingkungan Pemerintah Provinsi Bali untuk memastikan bantuan tersalurkan secara tepat sasaran.
[irp]
Mewakili Ketua TP PKK Provinsi Bali, Kepala Dinas PMD Dukcapil Provinsi Bali, I Made Dwi Dewata, menjelaskan bahwa sasaran utama bantuan spesifik ini adalah para lansia, ibu hamil, penyandang disabilitas, balita, dan kader PKK garda depan.
“Ini adalah bentuk perhatian mendalam dari Ketua TP PKK Provinsi Bali. Melalui kerja sama yang terstruktur, pendataan penerima manfaat hingga eksekusi penyaluran dapat berjalan lancar sehingga menyentuh mereka yang benar-benar membutuhkan,” ujar I Made Dwi Dewata.
Bantuan Pangan Pokok: Total 4.500 kilogram beras premium, 300 krat telur ayam, dan 300 kotak susu gizi.
Intervensi Sektoral: 50 paket Gemarikan (Dinas Kelautan & Perikanan), 10 paket sembako (Dinas Sosial PPPA), 20 paket multivitamin (Dinas Kesehatan), serta paket susu tambahan dari PD IBI Bali.
Ketahanan Pangan & Lingkungan: 50 pak telur, 1.000 bibit cabai siap tanam (Dinas Pertanian), dan 50 bibit pohon penghijauan (DKLH).
Ketua TP PKK Kabupaten Tabanan, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya, menyampaikan apresiasi mendalam atas intervensi logistik pangan ini. Menurutnya, paket stimulus kesehatan ini sangat berharga bagi peningkatan gizi krama Tabanan.
[irp]
Aksi sosial kemasyarakatan ini juga diisi dengan kampanye edukasi gizi. Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bali, Putu Sumardiana, mengajak warga memanfaatkan potensi perikanan karena kandungan protein ikan yang mencapai 17–25% sangat vital bagi kecerdasan otak anak dan pencegahan stunting.
Di sisi lain, Kepala Dinas Sosial PPPA Provinsi Bali, A.A. Sagung Mas Dwipayani, memanfaatkan momentum untuk menyosialisasikan keberadaan Sekolah Rakyat di Kubu, Karangasem, sebagai solusi bagi anak-anak putus sekolah akibat kendala ekonomi.
Rangkaian program ditutup secara interaktif melalui penyediaan posko pelayanan kesehatan gratis oleh RS Bali Mandara, pelaksanaan vaksinasi rabies gratis untuk hewan peliharaan oleh Dinas Pertanian, serta kelas demonstrasi memasak kreasi pangan lokal yang dipandu oleh Bali Chef Community.
Editor: Rudi