LetterNews
21 September 2026
20:26 WITA
Topik Populer:
#KPK#Letternews#PLN#Bali#Korupsi#Polda Bali#Denpasar#Wayan Koster#Pemkot Denpasar#OJK

FSBJ VIII: Wayan Koster dan Ny. Putri Koster Saksikan Teater Kisah Pengasingan Sukarno di Ende

Foto: Gubernur Bali, Wayan Koster, yang hadir didampingi oleh sang istri, Ny. Putri Koster. Kehadiran pasangan pemimpin Bali ini menegaskan dukungan penuh terhadap perkembangan seni peran yang mengangkat edukasi sejarah nasional.

DENPASAR, Letternews.net Panggung Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 kembali menyajikan tontonan yang sarat akan nilai historis dan nasionalisme. Pada Minggu (19/7/2026) malam, Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Provinsi Bali, dipadati penonton yang antusias menyaksikan pementasan teater memukau bertajuk “Di Bawah Pohon Sukun”.

Pertunjukan teater kontemporer yang sarat akan pesan kebangsaan ini disaksikan langsung oleh Gubernur Bali, Wayan Koster, yang hadir didampingi oleh sang istri, Ny. Putri Koster. Kehadiran pasangan pemimpin Bali ini menegaskan dukungan penuh terhadap perkembangan seni peran yang mengangkat edukasi sejarah nasional.

Lakon yang ditulis sekaligus disutradarai oleh budayawan teater Putu Satria Kusuma ini secara khusus membingkai fragmen perjalanan perjuangan Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Sukarno. Alur cerita berfokus pada masa-masa sulit Bung Karno saat menjalani hukuman pengasingan politik oleh Pemerintah Hindia Belanda di Ende, Flores, pada tahun 1934 silam.

[irp]

Menyalakan Api Perjuangan Lewat Seni Teater

Melalui untaian dialog dan dramaturgi yang kuat, pementasan ini berhasil menghadirkan potret humanis sekaligus keteguhan hati seorang Sukarno. Meski diisolasi ketat dan dijauhkan dari hiruk-pikuk pergerakan rakyat di Pulau Jawa, Bung Karno tidak pernah membiarkan api semangat kemerdekaannya padam.

Selama masa pengasingan di Flores, Bung Karno menginisiasi berbagai gerakan kebudayaan, di antaranya:

  • Membentuk Tonel Kelimutu: Sebuah kelompok sandiwara rakyat yang aktif mementaskan berbagai naskah drama.

  • Edukasi Kerakyatan: Memanfaatkan seni pertunjukan sebagai media edukasi dan kritik terselubung yang dekat dengan realitas kehidupan masyarakat lokal.

  • Ruang Kontemplasi: Menghabiskan waktu untuk merenung dan berpikir jernih di bawah rindangnya pohon sukun di Ende.

[irp]

Situs Lahirnya Pancasila dan Fondasi Kebangsaan

Dari ruang kontemplasi di bawah pohon sukun itulah, Sukarno mendapatkan inspirasi besar dalam merumuskan lima butir nilai luhur yang kelak menjadi fondasi ideologi abadi bangsa, yakni Pancasila.

Pementasan “Di Bawah Pohon Sukun” sukses mengajak ribuan pasang mata penonton untuk kembali merefleksikan arti penting perjuangan. Teater Agustus dan Putu Satria Kusuma ingin menyampaikan pesan bahwa perjuangan tidak selamanya harus diwujudkan melalui kontak senjata atau perlawanan fisik. Perjuangan yang esensial juga bisa digelorakan melalui kekuatan pemikiran, keteguhan prinsip, serta gerakan kebudayaan yang konsisten.

Kehadiran lakon sejarah ini mendapat apresiasi luar biasa dan tepuk tangan meriah dari para penonton yang memadati tribun Gedung Ksirarnawa. Sajian teater ini berhasil memperkaya khazanah FSBJ VIII 2026, membuktikan bahwa festival ini tidak hanya menjadi panggung pameran estetika seni modern, melainkan juga wadah efektif untuk menghidupkan kembali memori kolektif kebangsaan bagi generasi muda Bali.

Editor: Rizal