Dramatis! Tim SAR Gabungan Evakuasi Crew Kapal Asal India di Selat Badung Bali

 Dramatis! Tim SAR Gabungan Evakuasi Crew Kapal Asal India di Selat Badung Bali

Foto: Basarnas Bali evakuasi Sriram Veeramani Krishnan, kru kapal LC Astrolabe asal India yang sakit di perairan Selat Badung. Pasien kini dirawat di RS Siloam.

DENPASAR, Letternews.net – Tim SAR Gabungan berhasil melaksanakan operasi evakuasi medis (medevac) terhadap seorang kru kapal LC Astrolabe yang mengalami gangguan kesehatan serius saat melintas di perairan Selat Badung, Bali, Senin (19/01/2026) pagi. Operasi penyelamatan ini dilakukan setelah pihak agen kapal melaporkan kondisi darurat di tengah pelayaran internasional.

Kapal LC Astrolabe awalnya dijadwalkan menempuh rute panjang dari Australia menuju Pulau Batam. Namun, saat mendekati perairan Bali, salah satu kru kapal dilaporkan jatuh sakit dan membutuhkan penanganan medis segera.

BACA JUGA:  PPDB SD dan SMP di Kota Denpasar Dimulai 20 Juni

Identitas Target dan Strategi Intercept

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar (Basarnas Bali), I Nyoman Sidakarya, mengonfirmasi bahwa kru yang dievakuasi berinisial Sriram Veeramani Krishnan (43), seorang Warga Negara Asing (WNA) asal India.

“Setelah menerima laporan dari PT. Bayu Cipta Samudra, kami segera melakukan plotting koordinat. Tim sepakat melaksanakan intercept (penjemputan di tengah laut) pada posisi 8°46’11.99″S – 115°14’37.17″E,” terang Nyoman Sidakarya.

Jarak penjemputan mencapai 3.08 Nautical Miles (NM) dari titik pangkalan dengan waktu tempuh sekitar 30 menit menggunakan alut laut SAR.

BACA JUGA:  Tragedi Maut di Proyek Ungasan: Senderan Tembok Ambruk, Dua Pekerja Tewas Tertimbun Longsor

Proses Evakuasi dan Pemeriksaan Medis

Sekitar pukul 08.00 WITA, sebanyak 10 personel gabungan berhasil menjangkau lambung kapal LC Astrolabe. Sebelum dipindahkan ke kapal evakuasi, tim medis dari Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan Denpasar dan Klinik Nusa Medica melakukan pemeriksaan awal di atas kapal.

“Hasil pemeriksaan awal menyatakan kondisi pasien masih stabil sehingga memungkinkan untuk dimobilisasi tanpa penanganan khusus di atas air,” tambah Nyoman.

Proses pemindahan pasien dari kapal besar ke rubber boat atau kapal SAR memakan waktu sekitar 40 menit karena kondisi gelombang di Selat Badung. Setelah tiba di darat melalui Pelabuhan Benoa, kru asal India tersebut langsung dilarikan menuju RS Siloam menggunakan ambulans untuk mendapatkan perawatan intensif.

BACA JUGA:  Operasi SAR Berakhir: Jasad Pemancing yang Hilang di Tukad Badung Ditemukan Terhimpit di Dalam Gorong-gorong

Sinergitas Antar Lembaga

Keberhasilan operasi medevac ini merupakan buah dari sinergi lintas sektoral yang melibatkan unsur Basarnas Denpasar, Lanal Denpasar, Ditpolairud Polda Bali, Imigrasi, Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan, Polairud Mabes Polri, VTS Pelabuhan Benoa, Klinik Nusa Medica, Polsek Kawasan Benoa, dan pihak Agen Kapal.

Editor: Rudi.

.

Bagikan: