
DENPASAR, Letternews.net – Capaian imunisasi Human Papillomavirus (HPV) di Provinsi Bali mencatatkan prestasi membanggakan dengan menembus angka 98,40 persen per 2 November 2026. Meski demikian, tantangan berupa penolakan sebagian orang tua siswa masih menjadi kendala di lapangan, khususnya di Kabupaten Karangasem yang mencatat capaian terendah sebesar 78,51 persen.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Dr. dr. I Nyoman Gede Anom, M.Kes., memaparkan bahwa dari total sasaran 58.391 anak di Bali (29.818 anak laki-laki dan 28.573 anak perempuan), cakupan imunisasi HPV nasional ini terdiri atas 99,51 persen pada anak perempuan dan 97,32 persen pada anak laki-laki.
“Belum semua sasaran dapat dijangkau, karena masih ada penolakan oleh orang tua siswa,” ujar Dr. Nyoman Gede Anom di Denpasar.
Berdasarkan data sebaran per kabupaten/kota, Kabupaten Badung mencatat capaian tertinggi sebesar 118,23 persen, disusul Gianyar (109,62 persen), Denpasar (105,24 persen), dan Tabanan (103,64 persen). Sementara itu, Kabupaten Karangasem mencatat angka terendah 78,51 persen, yang terdiri atas 76,03 persen anak laki-laki dan 81,07 persen anak perempuan.
Guna mengatasi kendala penolakan orang tua di Karangasem, Dinas Kesehatan Provinsi Bali bersama Dinkes Kabupaten/Kota, Puskesmas, jajaran sekolah, serta lintas sektor terus menggenjot edukasi publik. Sosialisasi masif dilakukan melalui media sosial hingga penyebaran video edukasi interaktif kepada para orang tua murid SD.
Meski menghadapi tantangan edukasi di beberapa wilayah, perluasan imunisasi HPV bagi anak laki-laki di Bali mendapat apresiasi tinggi dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI. Bali mencatatkan cakupan 97,7 persen pada kategori ini dan menjadi yang tertinggi di antara tiga provinsi percontohan nasional, yakni DKI Jakarta, DI Yogyakarta, dan Bali.
Vaksinasi HPV ini terbukti vital untuk mencegah infeksi virus yang berpotensi memicu berbagai jenis kanker berbahaya:
Anak Perempuan: Mencegah kanker serviks (leher rahim).
Anak Laki-laki: Mencegah kanker anus, penis, orofaring (tenggorokan), serta kutil kelamin.
Program perluasan imunisasi HPV bagi anak laki-laki kelas V SD/MI/sederajat melalui Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) yang telah bergulir sejak Agustus 2026 dipastikan akan terus berlanjut pada 2027. Selain itu, Dinkes Bali juga mengintegrasikan program imunisasi ini dengan percepatan skrining kanker serviks bagi perempuan dewasa di seluruh Bali.