Buka Grand Final Duta Anak 2026, Bupati Satria Ajak Generasi Muda Klungkung Jadi Agen Perubahan

 Buka Grand Final Duta Anak 2026, Bupati Satria Ajak Generasi Muda Klungkung Jadi Agen Perubahan

Foto: Bupati Klungkung I Made Satria resmi buka Grand Final Duta Anak 2026. Ajak 25 finalis jadi agen perubahan dan bersiap menuju Mimbar Anak Bali 2026

KLUNGKUNG, Letternews.net – Masa depan Bumi Serombotan berada di tangan generasi yang kritis dan peduli. Hal tersebut ditegaskan oleh Bupati Klungkung, I Made Satria, saat membuka secara resmi Grand Final Pemilihan Duta Anak Kabupaten Klungkung Tahun 2026 di Balai Budaya Dewa Agung Istri Kanya, Minggu (15/2/2026).

Ajang tahunan yang bergengsi ini kembali menjadi wadah strategis bagi anak-anak Klungkung untuk menyuarakan aspirasi sekaligus memperjuangkan pemenuhan hak-hak anak di tengah tantangan zaman yang kian kompleks.

BACA JUGA:  Sinergi Jaga Toleransi, Bupati Made Satria Hadiri Pelantikan Pengurus MUI Klungkung Masa Khidmat 2025-2030

Bukan Sekadar Gelar Seremonial

Dalam sambutannya, Bupati I Made Satria menekankan bahwa menjadi Duta Anak memikul tanggung jawab moral yang besar. Ia berharap para finalis mampu menjadi mitra strategis pemerintah dalam mensosialisasikan program perlindungan anak serta penguatan karakter bangsa.

“Duta Anak bukan sekadar gelar seremonial. Kalian adalah agen perubahan dan penyambung lidah bagi rekan-rekan sebaya. Saya berharap Duta Anak terpilih nantinya tidak hanya aktif di tingkat kabupaten, tetapi juga mampu bersaing dan mengharumkan nama Klungkung di tingkat Provinsi Bali hingga Nasional,” tegas Bupati Satria.

Beliau juga memberikan suntikan semangat khusus bagi para juara yang akan melaju ke ajang lebih tinggi. “Duta Anak Klungkung Tahun 2026 yang terpilih, selamat berjuang menuju Mimbar Anak Bali Tahun 2026,” imbuhnya.

BACA JUGA:  Nusa Penida Menuju 100% Energi Bersih: Bupati Satria Targetkan Pilot Project Kendaraan Listrik Mulai 2026

Implementasi UU Perlindungan Anak

Ketua Forum Anak Klungkung, I Gede Bayu Pramana, melaporkan bahwa kegiatan ini merupakan implementasi nyata dari amanat Undang-Undang No. 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Ajang ini memastikan suara anak didengar dalam proses pembangunan daerah.

Grand Final tahun ini diikuti oleh 25 finalis terbaik yang telah melalui proses seleksi ketat. Tak hanya sekadar unjuk bakat, para finalis juga mempresentasikan berbagai isu strategis yang relevan dengan kondisi remaja saat ini, mulai dari urgensi kesehatan mental, pelestarian budaya lokal, hingga komitmen pencegahan pernikahan dini di wilayah Klungkung.

BACA JUGA:  KPK Tangkap Wali Kota Asal Golkar

Dengan terpilihnya Duta Anak yang baru, diharapkan Klungkung semakin mantap menuju Kabupaten Layak Anak yang inklusif dan progresif.

Editor: Rudi.

.

Bagikan: