Berkah Galungan & Kuningan: Penjualan Ritel Bali November 2025 Melejit, Sektor Mainan Jadi Primadona

 Berkah Galungan & Kuningan: Penjualan Ritel Bali November 2025 Melejit, Sektor Mainan Jadi Primadona

Foto: IPR Bali November 2025 naik ke 121,7 (3,8% yoy). Hari Raya Galungan dan Kuningan dorong sektor mainan dan rekreasi. Simak prospek ekonomi Bali hingga 2026.

DENPASAR, Letternews.net – Momentum hari raya keagamaan terbukti menjadi mesin penggerak utama ekonomi domestik di Pulau Dewata. Berdasarkan hasil Survei Penjualan Eceran (SPE) terbaru, kinerja penjualan ritel di Provinsi Bali pada bulan November 2025 diprakirakan mengalami penguatan signifikan.

Hal ini tercermin dari Indeks Penjualan Riil (IPR) Bali yang menyentuh angka 121,7, atau tumbuh sebesar 3,8% (yoy) secara tahunan. Secara bulanan (month-to-month), IPR Bali meningkat sebesar 1,1%, menunjukkan tingkat konsumsi masyarakat yang tetap berada di level optimis (di atas 100).

BACA JUGA:  Unmas Denpasar Kenalkan Teknologi Biochar untuk Pertanian Berkelanjutan di Desa Taman Bali

Sektor Barang Budaya dan Rekreasi Puncaki Pertumbuhan

Menariknya, peningkatan tertinggi terjadi pada kategori Barang Budaya dan Rekreasi yang tumbuh 2,9% (mtm). Fenomena ini didorong oleh tingginya aktivitas perdagangan eceran di sekitar pura selama prosesi Hari Raya Galungan dan Kuningan.

Pedagang mainan anak-anak eceran yang menjamur di area tempat ibadah memicu lonjakan permintaan pada level grosir. Selain sektor rekreasi, berikut adalah lima sub-sektor lain yang turut menopang IPR Bali November 2025:

Kategori Produk Pertumbuhan (mtm)
Bahan Bakar Kendaraan Bermotor +2,6%
Makanan, Minuman, dan Tembakau +2,3%
Sandang (Pakaian) +1,0%
Barang Lainnya (Farmasi, Elpiji, Kimia) +0,6%
Peralatan Informasi & Komunikasi +0,4%

BACA JUGA:  Nelayan Ketut Santiasa Hilang Saat Melaut

Optimisme Hingga 2026: IEP Tetap di Zona Ekspansi

Bank Indonesia Provinsi Bali mencatat bahwa prospek penjualan ritel ke depan tetap cerah. Hal ini divalidasi oleh Indeks Ekspektasi Penjualan (IEP) untuk jangka menengah yang sangat tinggi:

  • IEP Januari 2026: Mencapai 190

  • IEP April 2026: Mencapai 186

Angka ini membuktikan bahwa para pelaku usaha tetap optimis meski dibayangi dinamika ekonomi global. Stabilnya konsumsi masyarakat juga didukung oleh tingkat inflasi Bali yang terjaga di angka 2,51% (yoy), masih sesuai dengan target sasaran nasional.

BACA JUGA:  Apresiasi Dedikasi Pecalang, Gubernur Koster Bagikan Seragam di Buleleng dan Rancang Insentif Rp50 Juta per Desa Adat

Sinergi Bank Indonesia dan TPID Jaga Daya Beli

Untuk memastikan momentum pertumbuhan ini berkelanjutan, Bank Indonesia menahan tingkat suku bunga pada November 2025. Di sisi lain, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) se-Provinsi Bali bergerak aktif menggelar operasi pasar murah, terutama untuk komoditas pangan strategis menjelang libur Natal dan Tahun Baru 2026.

Sinergi ini bertujuan untuk melindungi daya beli masyarakat Bali sehingga pertumbuhan ekonomi tetap berkualitas dan berkelanjutan di tengah meningkatnya permintaan musiman.

Editor: Rudi.

.

Bagikan: