Bali Satu Jalur! Koster Satukan Kekuatan Badung-Denpasar-Gianyar, 22 Proyek Strategis Siap Digeber

 Bali Satu Jalur! Koster Satukan Kekuatan Badung-Denpasar-Gianyar, 22 Proyek Strategis Siap Digeber

Foto: Gubernur Koster satukan Badung, Denpasar, dan Gianyar dalam kesepakatan BKK untuk 22 Proyek Strategis Bali demi pemerataan ekonomi dan infrastruktur.

DENPASAR, Letternews.net – Pemerintah Provinsi Bali mempertegas komitmennya dalam menciptakan pemerataan pembangunan di seluruh pelosok Pulau Dewata. Bertempat di Kantor Gubernur Bali, Senin (13/4/2026), dilakukan penandatanganan kesepakatan besar yang menyatukan visi Pemerintah Provinsi Bali dengan Pemerintah Kabupaten Badung, Kota Denpasar, dan Kabupaten Gianyar.

Kesepakatan ini merupakan perubahan atas perjanjian Bantuan Keuangan Khusus (BKK) untuk pembangunan 22 Proyek Strategis Provinsi Bali. Penandatanganan dilakukan langsung oleh Gubernur Bali Wayan Koster, Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa, Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara, dan Bupati Gianyar I Made Agus Mahayastra.

BACA JUGA:  Arsenal dan Liverpool Keok di Pekan-33

Gubernur Koster menegaskan bahwa program ini lahir dari semangat gotong royong daerah penghasil Pendapatan Asli Daerah (PAD) tertinggi. Melalui skema BKK, sebagian pendapatan dari sektor Pajak Hotel dan Restoran (PHR) disisihkan secara kolektif untuk membantu pembangunan di kabupaten lain yang membutuhkan.

“Bali tidak boleh berjalan sendiri-sendiri. Kita harus bergerak sebagai satu kesatuan. Ini adalah bukti nyata bahwa kemajuan Bali harus dirasakan secara adil dan merata, dari selatan hingga ke utara, timur, dan barat,” tegas Gubernur Koster.

BACA JUGA:  Korupsi Minyak Mentah Kejaksaan Agung Periksa 8 Orang Saksi

Dari total 22 proyek strategis yang dicanangkan hingga tahun 2028–2029, beberapa poin krusial menjadi sorotan utama:

  • Urai Kemacetan: Pembangunan Jalan Baru Gatsu Barat – Canggu, Sunset Road – Mahendradatta, dan Underpass Tohpati.

  • Konektivitas Utara-Selatan: Percepatan Jalan Baru Batas Kota Singaraja – Mengwitani untuk membuka keterisolasian Bali Utara.

  • Pariwisata Terintegrasi: Pembangunan Jalan Lingkar Nusa Penida dan pengembangan pelabuhan terpadu di Sangsit, Amed, Celukan Bawang, serta Kusamba.

  • Ketahanan Pangan & Spiritual: Restorasi Kawasan Suci Besakih hingga pembangunan pusat pengolahan gabah di Tabanan.

BACA JUGA:  Kejari Badung Kembali Raih Kejaksaan Terbaik Se-Bali

Meski empat proyek telah diambil alih oleh Pemerintah Pusat menjadi Proyek Strategis Nasional (PSN), Pemprov Bali justru menambahkan enam proyek baru guna memastikan seluruh aspek mobilitas dan ekonomi kerakyatan terakomodasi.

Langkah berani ini menjadi simbol harapan baru bahwa ketimpangan antarwilayah di Bali akan segera terkikis. Dengan fondasi kebersamaan yang kokoh, 22 proyek ini diproyeksikan menjadi tulang punggung ekonomi Bali yang berkelanjutan dan bermartabat.

Editor: Rudi.

.

Bagikan: