
DENPASAR, Letternews.net – Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra bersama Wakapolda Bali Brigjen Pol. I Made Astawa mendampingi Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) RI Maruarar Sirait meninjau pelaksanaan Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau Bedah Rumah di Kelurahan Tonja, Denpasar Utara, Senin (10/8/2026).
Salah satu lokasi yang ditinjau adalah kediaman Ni Wayan Pageh (56) di Banjar Oongan. Pageh merupakan seorang ibu tunggal yang bekerja sebagai pemulung dengan penghasilan Rp500 ribu per bulan untuk menghidupi tiga orang anaknya.
Rumah Pageh mendapat bantuan perbaikan senilai Rp20 juta yang pengerjaannya dimulai pada 1 Agustus 2026 dan ditargetkan rampung pada 31 Agustus 2026. Pembangunan ini juga didukung dana swadaya masyarakat sebesar Rp4,088 juta.
“Saya minta program ini berjalan transparan, tidak ada yang main-main. Agar serapan program ini tinggi, saya meminta kepada Bapak Sekda Provinsi Bali untuk mengoordinasikan program ini dengan Dinas PUPR Kabupaten/Kota se-Bali,” tegas Menteri PKP Maruarar Sirait saat memberikan arahan.
[irp]
Kepala Dinas PUPRKIM Provinsi Bali, Nusakti Yasa Wedha, melaporkan bahwa alokasi BSPS untuk Provinsi Bali pada tahun 2026 mengalami lonjakan sangat signifikan dibandingkan tahun anggaran 2025 yang hanya mendapat 31 unit.
Rincian sebaran 4.184 unit bantuan bedah rumah di Bali tahun 2026 meliputi:
[irp]
Wilayah Pesisir: 2.812 unit rumah.
Wilayah Perdesaan: 1.113 unit rumah.
Wilayah Perkotaan: 259 unit rumah.
Menteri PKP juga meminta pengawalan dari jajaran TNI dan Polri agar pelaksanaan program strategis Presiden Prabowo Subianto ini berjalan tepat sasaran, bergotong royong mengubah rumah tidak layak huni menjadi rumah yang layak bagi masyarakat penerima manfaat.
Editor: Rudi