Targetkan Juara Umum Porprov 2027, Wawali Arya Wibawa Buka Rakerkot KONI Denpasar 2026
Ampuh Urai Kemacetan: Rekayasa Lalu Lintas di Kerobokan Kelod Terbukti Pangkas Waktu Tempuh
Foto: Pemkab Badung sukses terapkan rekayasa lalu lintas di Kerobokan Kelod. Dishub sebut antrean kendaraan berkurang drastis di 9 persimpangan. Cek progresnya!

KUTA UTARA, Letternews.net – Langkah strategis Pemerintah Kabupaten Badung dalam mengatasi kemacetan di titik-titik krusial mulai membuahkan hasil. Penerapan Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas (MRLL) di Kelurahan Kerobokan Kelod, Kecamatan Kuta Utara, terbukti efektif menekan angka kemacetan dan mengurangi waktu tempuh kendaraan secara signifikan.
Sejak diberlakukan di sembilan persimpangan mulai Minggu (14/12) lalu, pola arus kendaraan di ruas jalan strategis kini terlihat lebih teratur, terutama pada jam-jam sibuk (peak hours).
Target: Minimalkan Konflik di Persimpangan
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Badung, AA Rai Yuda Darma, menjelaskan bahwa MRLL ini adalah jawaban konkret atas persoalan kemacetan kronis yang telah lama dikeluhkan masyarakat di kawasan Kerobokan Kelod.
“Kami menargetkan penurunan kepadatan kendaraan, peningkatan kelancaran pergerakan lalu lintas, serta meminimalkan konflik di persimpangan yang selama ini menjadi titik rawan macet,” ujar Yuda Darma saat dikonfirmasi pada Rabu (07/01/2026).
Hasil Evaluasi: Arus Padat Lancar di Jam Sibuk
Berdasarkan pemantauan intensif di lapangan, Dishub Badung mencatat pergerakan kendaraan kini cenderung “padat lancar” pada jam sibuk dan “lancar landai” saat volume kendaraan sesuai dengan kapasitas jalan. Namun, Yuda Darma mengakui masih ditemukan beberapa sumbatan di mulut simpang.
Temuan tersebut akan segera ditindaklanjuti dengan rekomendasi penanganan infrastruktur, di antaranya:
-
Pelebaran Geometrik Simpang: Di Jalan Mertanadi Utara (sebelah barat LP Kerobokan).
-
Pelebaran Mulut Simpang: Di pertemuan Jalan Pengubengan Kauh – Jalan Intan (sisi utara LP).
Keseimbangan Kapasitas Jalan
Esensi utama dari kelancaran lalu lintas, menurut Dishub Badung, terletak pada keseimbangan antara jumlah kendaraan yang melintas dengan kapasitas jalan yang tersedia. Penerapan sistem satu arah (one way) di sejumlah ruas juga dilaporkan memberikan dampak positif dalam mengurangi bottleneck yang selama ini menjadi biang kemacetan.
Dishub Badung berkomitmen untuk terus melakukan inventarisasi data fluktuasi volume kendaraan setiap hari guna memastikan kebijakan MRLL ini tetap relevan dan efektif bagi mobilitas masyarakat.
Editor: Rudi.








