
BADUNG, Letternews.net – Jagat pariwisata Bali digegerkan oleh aksi kriminalitas jalanan yang menimpa seorang Warga Negara Asing (WNA) asal Rusia berinisial AI (41). Korban menjadi sasaran aksi pencegatan, penyekapan, penganiayaan, hingga pemerasan oleh komplotan bermasker dan bersebo di wilayah Kuta Selatan, Badung.
Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol Ariasandy, S.I.K., membenarkan adanya laporan insiden sadis tersebut. Ia menegaskan bahwa tim gabungan Polda Bali saat ini tengah bergerak cepat melakukan penyelidikan mendalam untuk memburu para pelaku.
“Benar, kami telah menerima laporan terkait dugaan tindak pidana penculikan dan pemerasan terhadap seorang WNA Rusia atas nama AI. Saat ini tim Opsnal di lapangan sedang mengumpulkan seluruh bukti dan petunjuk untuk mengidentifikasi komplotan pelaku,” ujar Kombes Pol Ariasandy dalam keterangan resminya, Jumat (10/7/2026).
[irp]
Berdasarkan laporan kepolisian, peristiwa mencekam ini bermula pada Kamis, 2 Juli 2026, sekitar pukul 21.35 Wita. Korban yang berprofesi sebagai wiraswasta tersebut sedang dalam perjalanan pulang dari Restoran Hedonist menuju tempat tinggalnya menggunakan sepeda motor.
Namun, saat melintas di seputaran Jl. Uluwatu – Jl. Belimbing Pecatu, laju motor korban tiba-tiba dihadang oleh sebuah mobil hitam. Dua orang pelaku misterius yang mengenakan masker/sebo langsung turun, memborgol tangan korban menggunakan borgol plastik, dan menutup kepalanya.
Korban kemudian diseret masuk ke dalam mobil lalu disekap di sebuah rumah berlantai dua selama kurang lebih 30 jam. Selama masa penyekapan tersebut, korban mengalami kekerasan fisik berupa pukulan dan tendangan. Di bawah ancaman, pelaku memaksa korban untuk menyerahkan password akun kripto miliknya.
[irp]
Tak hanya menguras aset digital di dompet kripto korban, para pelaku juga merampas ponsel merk Xiaomi milik AI. Nafsu serakah komplotan ini tidak berhenti di sana; mereka mengambil kunci villa yang berada di dasbor motor korban untuk membobol Villa Ukulele (tempat tinggal korban). Dari villa tersebut, pelaku menggasak ponsel lain yang berisi akses utama akun kripto korban.
Setelah melancarkan aksi biadabnya, pada Sabtu, 4 Juli 2026 sekitar pukul 04.00 Wita, para pelaku membuang korban di pinggir Jl. Prabu Udayana, tepatnya di depan Rumah Sakit Universitas Udayana (Unud), Jimbaran. Korban yang menderita luka-luka di sekujur tubuhnya langsung menyelamatkan diri ke IGD RS Unud untuk mendapatkan perawatan medis.
[irp]
Kombes Pol Ariasandy menjelaskan bahwa penyidik jajaran Polda Bali telah bergerak melakukan Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) di empat lokasi berbeda dan memeriksa sejumlah saksi. Berikut beberapa fakta penting dari hasil penyelidikan awal:
Kondisi TKP & Villa: Area pencegatan merupakan jalan sempit yang sepi, minim saksi, dan tidak ada kamera pengawas. Sementara di Villa Ukulele, saat pembobolan terjadi, sistem CCTV, listrik, dan WiFi dalam keadaan mati akibat korsleting pada mesin air.
Identifikasi Kendaraan: Berdasarkan petunjuk awal, komplotan pelaku diketahui menggunakan kendaraan roda empat jenis Nissan Serena berwarna hitam.
Bukti Digital Forensik: Tim Laboratorium Forensik dan Cyber Crime telah menarik data Cell Dump di empat titik TKP serta melacak linimasa pergerakan BTS berdasarkan nomor HP korban yang sempat aktif.
Polda Bali berkomitmen penuh untuk mengusut tuntas kasus yang mencederai citra pariwisata Bali ini. Polisi kini tengah menganalisis rekaman CCTV di rute pelarian dan melacak titik akhir pergerakan mobil Nissan Serena hitam tersebut.
“Polda Bali tidak akan menoleransi segala bentuk tindakan kriminalitas, terlebih yang menyasar wisatawan atau WNA di Bali. Kami mengimbau masyarakat yang melihat kendaraan atau aktivitas mencurigakan pada jam kejadian untuk segera melapor ke kantor polisi terdekat,” tegas Kabid Humas Polda Bali.
Editor: Rudi
Mari bergabung bersama kami!
Gabung di saluran Whatsapp resmi kami: Klik di Sini
Gabung di Grup Whatsapp Pembaca Setia kami: Klik di Sini