LetterNews
21 September 2026
15:53 WITA
Topik Populer:
#KPK#Letternews#PLN#Bali#Korupsi#Polda Bali#Denpasar#Wayan Koster#Pemkot Denpasar#OJK

Penyuluhan Hukum di Lapas Perempuan Jakarta, PERSAJA Ajak Warga Binaan Bangkit Menatap Masa Depan

Foto: Organisasi profesi para jaksa ini menyelenggarakan kunjungan sekaligus penyuluhan hukum bagi warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIA Jakarta pada Rabu (17/06/2026).

JAKARTA, Letternews.net – Pengurus Pusat Persatuan Jaksa Indonesia (PERSAJA) menunjukkan komitmen dan kepedulian nyata terhadap pembinaan warga binaan pemasyarakatan. Organisasi profesi para jaksa ini menyelenggarakan kunjungan sekaligus penyuluhan hukum bagi warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIA Jakarta pada Rabu (17/06/2026).

Acara ini diinisiasi sebagai wujud nyata para Jaksa dalam memberikan edukasi serta pembinaan hukum yang humanis, inklusif, dan menyentuh sisi psikologis para warga binaan perempuan.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Umum PERSAJA Asep N. Mulyana, yang diwakili oleh Staf Ahli Jaksa Agung Bidang Pertimbangan dan Pengembangan Hukum, Katarina Endang Sarwestri, menyampaikan pesan motivasi dan penguatan spiritual yang mendalam.

[irp]

Menatap Masa Depan Lewat Semangat Perempuan Tangguh dan Mandiri

Melalui sambutan tertulis yang dibacakannya, Katarina menegaskan bahwa kehadiran PERSAJA ke lapas perempuan bukan untuk menghakimi atau mengungkit masa lalu kelam para warga binaan, melainkan untuk bersama-sama merajut asa dan menatap masa depan yang jauh lebih cerah.

“Kami percaya bahwa setiap orang memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri, belajar dari pengalaman, dan menjadi pribadi yang lebih baik. Melalui kegiatan penyuluhan hukum ini, kami berharap para warga binaan dapat memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai hukum, hak, dan kewajiban sebagai warga negara,” ujar Katarina menyalurkan pesan Ketua Umum PERSAJA.

Mengangkat tema besar “Perempuan Tangguh, Bangkit dengan Harapan dan Kemandirian”, kegiatan ini menekankan pentingnya peran strategis kaum perempuan dalam lingkup keluarga, masyarakat, dan bangsa. Untuk membedah tema tersebut secara komprehensif, PERSAJA menghadirkan dua pakar mumpuni:

  • Narasumber I: Yusna Adia (Koordinator pada Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Umum), yang memaparkan edukasi dari perspektif hukum pidana, hak, serta kewajiban warga negara.

  • Narasumber II: Noridha Weningsari (Kabid 1 Pengurus Pusat Asosiasi Psikologi Forensik), yang memberikan penguatan psikologis, motivasi pemulihan diri, dan kesiapan mental untuk bangkit.

Melalui narasumber tersebut, Ketua Umum PERSAJA mengingatkan bahwa ketangguhan sejati bukanlah tentang tidak pernah jatuh, melainkan tentang keberanian dan tekad baja untuk bangkit kembali. Harapan dinilai menjadi energi untuk melangkah, sedangkan kemandirian akan menjadi bekal utama dalam menata kehidupan baru setelah masa pembinaan selesai.

[irp]

Apresiasi Sinergi Antarinstansi demi Reintegrasi Sosial yang Sukses

Keberhasilan program edukasi hukum ini tidak lepas dari kerja sama yang solid antarinstansi terkait. Oleh karena itu, Ketua Umum PERSAJA menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Daerah Khusus Jakarta, Direktur Pembinaan Narapidana dan Anak Binaan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan RI, serta Kepala Lapas Perempuan Kelas IIA Jakarta beserta jajaran.

Sinergi dan kolaborasi yang luar biasa ini diharapkan mampu terus membuka ruang positif bagi program-program pembinaan serupa di masa mendatang.

Di akhir acara, PERSAJA mengajak seluruh warga binaan perempuan untuk menyerap setiap ilmu, nasihat, dan keterampilan yang telah dibagikan. Bekal pengetahuan hukum dan motivasi psikologis tersebut diharapkan menjadi modal utama dalam proses reintegrasi sosial, sehingga mereka siap kembali ke tengah masyarakat sebagai pribadi yang mandiri, produktif, dan percaya diri.

Editor: Rudi.