
DENPASAR, Letternews.net – Geliat industri kopi dan tren coffee shop di Pulau Dewata terus menunjukkan grafik peningkatan yang pesat. Menangkap momentum tersebut, DPD PDI Perjuangan Bali menggelar ajang bergengsi Lomba Barista Kopi Bali 2026 dalam rangka menyambut Bulan Bung Karno.
Babak audisi yang mempertemukan talenta-talenta muda dari lima kabupaten se-Bali ini sukses digelar pada Kamis (21/5/2026) di Aula DPD PDI Perjuangan Bali, Denpasar. Ajang ini menjadi ruang komunal yang positif sekaligus panggung unjuk kreativitas bagi para peracik kopi lokal dalam mengolah komoditas unggulan daerah.
[irp]
Dalam kompetisi ini, para peserta tidak hanya dituntut mahir menyajikan cita rasa espresso yang seimbang, tetapi juga wajib menunjukkan keahlian estetika tinggi. Pembuatan latte art yang presisi hingga inovasi menu signature coffee berbasis kopi lokal menjadi indikator penilaian utama tim juri.
Tingginya antusiasme generasi muda terlihat dari ketatnya poin penilaian di lima kabupaten klaster audisi, yakni Badung, Tabanan, Gianyar, Bangli, dan Jembrana. Seluruh peserta berjuang habis-habisan demi mengamankan tiket menuju babak final pada Juni 2026 mendatang.
Berikut adalah daftar lengkap jawara barista muda dari masing-masing kabupaten yang siap melaju ke babak final:
[irp]
Juara I: Nabila Mutiara Diva (Srikandi muda Badung)
Juara II: I Kadek Agus Dika Putra Wijaya
Juara III: Sadrakh Bimo Atmodjo
Juara I: Gideon Tanaka
Juara II: Ni Komang Puspita Sari
Juara III: Pande Made Satya Wicaksana Putra
Juara I: Anak Agung Gede Bagus Pranawira
Juara II: I Wayan Swastina
Juara III: Komang Pande Aditya Putra
Juara I: I Wayan Sukawedana Yasa
Juara II: Ni Komang Sri Manda Devi (Catatan: Wilayah Bangli dikenal sebagai salah satu produsen utama kopi arabika terbaik di Bali dengan lanskap geografis Gunung Batur).
Juara I: I Made Bagus Yuasa Krisna
Juara II: I Kadek Angga Okta Pramana
Juara III: I Putu Suada Ari Pradnyana
[irp]
Koordinator Lomba Barista Kopi Bali 2026, I Putu Chandra Diantara, menjelaskan bahwa ajang ini mengemban misi besar untuk memperkuat ekosistem hulu ke hilir industri kopi Bali. Kehadiran kompetisi ini diharapkan mampu memantik perputaran ekonomi kreatif dan memperluas jaringan pasar UMKM lokal.
“Melalui kegiatan ini, kami berupaya menerjemahkan secara nyata pemikiran ekonomi kerakyatan Bung Karno. Fokus utama kami adalah mengangkat harkat produk lokal, khususnya biji kopi asli hasil cerih payah petani Bali. Kami ingin talenta muda barista ini bangga dan ikut menjaga warisan budaya kuliner kita,” ujar Putu Chandra Diantara.
Dengan berakhirnya babak seleksi ini, para pemenang dari lima daerah dipastikan akan bertarung lebih sengit di tingkat provinsi pada puncak Bulan Bung Karno Juni nanti, membawa nama baik serta cita rasa khas komoditas kopi dari daerah asal mereka masing-masing.
Editor: Rudi.