LetterNews
22 September 2026
10:31 WITA
Topik Populer:
#KPK#Letternews#PLN#Bali#Korupsi#Polda Bali#Denpasar#Wayan Koster#Pemkot Denpasar#OJK

Bupati Kembang Serahkan Belasan Traktor: Jangan Cuma Kinclong di Foto, Harus Kerja di Sawah!

Foto: Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan serahkan bantuan 11 unit traktor untuk petani. Tekankan modernisasi sawah & pemeliharaan alat agar tidak sekadar 'kinclong'.

JEMBRANA, Letternews.net — Langkah modernisasi sektor pertanian di Kabupaten Jembrana kian dipacu. Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan, menyerahkan bantuan Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) kepada perwakilan subak se-Kabupaten Jembrana di Balai Benih Pembantu (BBP) Desa Pohsanten, Selasa (12/5/2026).

Penyerahan bantuan ini didampingi oleh Wakil Bupati I Gede Ngurah Patriana Krisna serta Kapolres Jembrana Kadek Citra Dewi Suparwati. Bantuan yang disalurkan melalui APBN ini terdiri dari 10 unit traktor roda dua (reguler) dan 1 unit traktor roda empat yang merupakan hasil aspirasi dan fasilitasi dari Polres Jembrana.

[irp]

Sentilan Bupati: Makan Nasi dari Sawah, Bukan Download Aplikasi

Dalam sambutannya, Bupati Kembang memberikan pesan menohok kepada para penerima manfaat. Ia meminta agar traktor-traktor tersebut benar-benar diturunkan ke lahan, bukan sekadar pelengkap seremonial.

“Bantuan alat pertanian ini jangan hanya dianggap barang baru untuk dipajang atau difoto saat acara saja. Jangan sampai traktornya kinclong terus, tapi sawahnya tetap pakai cangkul manual,” tegas Bupati Kembang disambut tawa hadirin.

Ia menambahkan bahwa modernisasi pertanian adalah kunci untuk menarik minat generasi muda kembali ke sawah. “Kita harus modern. Karena kalau petani bahagia, kita semua ikut bahagia. Mau makan nasi enak juga kan asalnya dari sawah, bukan hasil download aplikasi,” selorohnya.

[irp]

Aset Kelompok, Bukan Milik Pribadi

Selain menekankan pada produktivitas, Bupati Kembang juga mewanti-wanti terkait pemeliharaan. Ia menegaskan bahwa bantuan dari Kementerian Pertanian RI ini merupakan aset kelompok yang harus dijaga keberlanjutannya.

“Saya titip pesan, alat ini dijaga bersama. Karena bantuan pemerintah itu bukan milik pribadi, tapi milik kelompok dan masyarakat. Kalau dirawat baik, manfaatnya bisa lama. Jangan sampai baru beberapa bulan sudah rusak,” ujarnya mengingatkan.

Apresiasi juga disampaikan kepada Polres Jembrana yang turut berperan aktif memfasilitasi kebutuhan petani melalui jalur aspirasi. Sinergi ini diharapkan mampu menjadikan Jembrana sebagai lumbung pangan yang tangguh di masa depan.

Editor: Rudi.