Sumbang Devisa 176 Triliun, Gubernur Koster Desak Pusat dan KADIN Prioritaskan Infrastruktur Bali

 Sumbang Devisa 176 Triliun, Gubernur Koster Desak Pusat dan KADIN Prioritaskan Infrastruktur Bali

Foto: Gubernur Koster ungkap Bali sumbang devisa pariwisata Rp 176 Triliun (55% nasional) namun infrastruktur masih tertinggal. KADIN siap bantu desak Pusat.

DENPASAR, Letternews.net – Gubernur Bali, Wayan Koster, memberikan pernyataan tegas mengenai ketimpangan antara kontribusi devisa Bali dan dukungan infrastruktur dari pemerintah pusat. Hal tersebut disampaikan saat menghadiri pelantikan pengurus Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Bali masa bakti 2025-2030 di Art Centre, Denpasar, Sabtu (25/4).

Koster menyoroti kemacetan yang kian parah sebagai akibat dari pertumbuhan jumlah kendaraan yang tidak sebanding dengan pembangunan jalan. Ia menilai, kapasitas fiskal Bali saat ini tidak cukup untuk menyelesaikan masalah infrastruktur secara mandiri.

BACA JUGA:  Diwawancarai Media Internasional, Gubernur Koster: Bali Ibarat 'Gadis Cantik' Dunia yang Harus Dirawat Bersama

Kontribusi Besar, Dukungan Minim

Gubernur memaparkan data mencengangkan terkait ekonomi pariwisata. Dengan kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 7,05 juta jiwa dan rata-rata belanja 1.522 dollar AS per kunjungan, perputaran uang di Bali mencapai 176 triliun rupiah.

“Angka ini mencakup 55% dari total devisa yang dihasilkan Indonesia dari sektor pariwisata. Sudah seharusnya Pemerintah Pusat memberikan perhatian khusus karena infrastruktur Bali adalah citra Indonesia di mata dunia,” tegas Koster.

Ia menambahkan bahwa kurangnya konektivitas ke wilayah Bali Barat (Jembrana), Utara (Buleleng), dan Timur (Karangasem) menjadi faktor utama ketidakseimbangan pembangunan antarwilayah di Pulau Dewata.

BACA JUGA:  Kemendikbudristek Dukung Bali Makãrya Film Festival 2022 Bentuk Apresiasi Karya Anak Bangsa

KADIN Siapkan ‘Strategic Paper’ untuk Bali

Merespons hal tersebut, Ketua Umum KADIN Indonesia, Anindya Bakrie, menyatakan kesiapannya untuk bersinergi. KADIN berencana menyusun Strategic Paper bersama Pemerintah Provinsi Bali guna memetakan kebutuhan infrastruktur secara presisi.

“Kami akan membantu menghitung kebutuhan investasi dan menyampaikan kepada Pemerintah Pusat bahwa Return on Investment (ROI) di Bali sangat bagus dan dampak ekonominya besar,” jelas Anindya.

Acara ini juga menandai pengukuhan kembali I Made Ariandi sebagai Ketua Umum KADIN Bali. Koster berharap kepengurusan baru ini mampu menjadi jembatan strategis dalam menyampaikan kebutuhan Bali kepada pemangku kebijakan di tingkat nasional.

Editor: Rudi.

.

Bagikan: