Direktur RSJ Manah Shanti Mahottama Luncurkan SI PEKA, Pantau Keuangan dan Karir ASN dalam Satu Genggaman

 Direktur RSJ Manah Shanti Mahottama Luncurkan SI PEKA, Pantau Keuangan dan Karir ASN dalam Satu Genggaman

Foto: RSJ Manah Shanti Mahottama Bali meluncurkan SI PEKAK, sistem digital untuk pengelolaan keuangan & administrasi ASN guna meningkatkan transparansi menuju WBBM 2026.

BANGLI, Letternews.net – Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Manah Shanti Mahottama Provinsi Bali resmi melakukan transformasi digital besar-besaran dalam tata kelola internal. Melalui inovasi sistem informasi terintegrasi yang diberi nama SI PEKA (Sistem Informasi Pengelolaan Keuangan dan Administrasi), RSJ milik Pemprov Bali ini sukses meningkatkan efisiensi layanan administrasi bagi ratusan pegawainya.

Direktur RSJ Manah Shanti Mahottama, dr. Ni Wayan Murdani, menjelaskan bahwa SI PEKA merupakan solusi digital mandiri yang dirancang untuk menjawab tantangan transparansi dan akuntabilitas. Sistem ini mengintegrasikan dua fungsi strategis, yakni monitoring keuangan real-time dan pusat layanan administrasi ASN.

BACA JUGA:  Sambut Pramuka se-Bali, RS. Manah Santhi Mahottama Siapkan Layanan Prima di Rakerda 2026

Pangkas Waktu Layanan dan Dukung Paperless

Sebelum adanya inovasi ini, proses administrasi kepegawaian seperti Kenaikan Gaji Berkala (KGB) atau kenaikan pangkat memerlukan waktu hingga 3 hari kerja dengan tumpukan berkas fisik. Kini, segalanya berubah.

“Setelah implementasi SI PEKA, proses yang dulunya berhari-hari kini selesai dalam satu hari kerja saja. Semua terpantau digital,” ujar dr. Murdani saat ditemui di sela kegiatannya, Rabu (22/4).

Lebih lanjut, dr. Murdani menekankan dampak lingkungan dari sistem ini. Dengan sekitar 600 pegawai, SI PEKA berpotensi menghemat sedikitnya 1.200 lembar kertas per tahun. Hal ini sejalan dengan prinsip paperless office yang tengah digalakkan pemerintah.

BACA JUGA:  Sambut Pramuka se-Bali, RS. Manah Santhi Mahottama Siapkan Layanan Prima di Rakerda 2026

Fitur Unggulan dan Kemandirian Sistem

Satu hal yang membanggakan, SI PEKA dikembangkan secara mandiri oleh tim internal tanpa ketergantungan pada vendor eksternal. Hal ini memberikan efisiensi biaya (cost efficiency) karena rumah sakit tidak perlu membayar lisensi tambahan. Beberapa fitur utamanya meliputi:

  • Dashboard Keuangan: Monitoring target, realisasi anggaran, dan pendapatan per unit secara real-time.

  • Informasi Karir Mandiri: ASN dapat mengecek jadwal kenaikan pangkat dan gaji berkala secara mandiri tanpa harus meninggalkan unit pelayanan.

  • Arsip Digital: Penyimpanan dokumen yang aman dan mudah ditelusuri untuk kebutuhan audit.

BACA JUGA:  Pj. Gubernur Bali Dorong Percepatan Layanan PBG bagi MBR di MPP Badung dan Gianyar

Menuju Zona Integritas WBBM 2026

Lahirnya SI PEKA juga menjadi senjata utama RSJ Manah Shanti Mahottama dalam meraih predikat Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) tahun 2026.

“Transparansi adalah kunci. Dengan sistem ini, pimpinan dapat mengambil keputusan berbasis data yang akurat, sementara pegawai mendapatkan kepastian informasi administrasi,” tambah dr. Murdani.

Inovasi yang mulai diimplementasikan penuh sejak Maret 2026 ini diharapkan dapat menjadi model bagi perangkat daerah lain di Provinsi Bali dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang modern dan akuntabel.

I Putu Mardana, Kabag Keuangan RSJ Manah Shanti Mahottama yang juga merupakan inisiator inovasi SI PeKA, menegaskan bahwa hadirnya sistem ini adalah langkah awal dari transformasi yang lebih luas.

“Kami berharap inovasi ini bisa memberi manfaat secara signifikan bagi rumah sakit, terutama dalam hal kecepatan data dan efisiensi kerja,” ungkap Putu Mardana.

BACA JUGA:  Winasa Ajak Warga Jembrana Pilih Koster-Giri di Pilgub

Penyempurnaan Berkelanjutan

Meskipun saat ini SI PeKA sudah mampu memangkas birokrasi dari 3 hari menjadi 1 hari kerja, Putu Mardana menyatakan bahwa timnya tidak akan berhenti di sini. Ia berkomitmen untuk terus melakukan evaluasi terhadap masukan para pengguna, baik dari sisi manajemen maupun ASN di lingkungan RSJ.

“Ke depannya, SI PeKA akan terus disempurnakan dan dikembangkan ke arah yang lebih baik. Kami ingin sistem ini tidak hanya sekadar ada, tetapi menjadi jantung dari administrasi yang akuntabel,” tambahnya.

Editor: Rudi.

.

Bagikan: