Wawali Arya Wibawa Hadiri Karya Ngenteg Linggih Merajan Ageng Bhujangga Waisnawa Renon, Serahkan Hibah Rp200 Juta
Foto Wawali Arya Wibawa menyerahkan hibah secara simbolis di Merajan Ageng Bhujangga Waisnawa.

DENPASAR, Letternews.net – Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, menghadiri upacara Karya Ngenteg Linggih lan Padudusan Wrespati Kalpa Alit di Merajan Ageng Bhujangga Waisnawa Renon. Kehadiran tokoh nomor dua di Kota Denpasar ini bertepatan dengan hari suci Buda Cemeng Ukir, Rabu (22/4).
Dalam kunjungannya, Wawali Arya Wibawa secara simbolis menyerahkan bantuan hibah dari Pemerintah Kota Denpasar senilai Rp200 juta. Bantuan ini ditujukan untuk mendukung kelancaran pelaksanaan karya serta sebagai bentuk apresiasi pemerintah terhadap pelestarian adat.
Apresiasi Semangat Gotong Royong
Arya Wibawa menyampaikan kekagumannya atas semangat kebersamaan yang ditunjukkan warga. Ia menekankan bahwa keberhasilan renovasi dan pelaksanaan upacara ini tidak lepas dari kuatnya nilai gotong royong.
“Upacara ini merupakan wujud bakti dan keimanan umat dalam menjaga warisan leluhur. Kami berharap kegiatan ini dapat memperkuat nilai-nilai srada dan bhakti umat Hindu di Kota Denpasar,” ujar Arya Wibawa.
Ia juga berpesan agar fasilitas Merajan yang telah rampung direnovasi dapat dijaga dengan baik sebagai pusat kegiatan spiritual dan sosial bagi para pangempon serta masyarakat sekitar.
Rangkaian Upacara Sejak Awal April
Ketua Panitia, Putu Wira Yudha Segara, menjelaskan bahwa rangkaian prosesi upacara ini sebenarnya telah dimulai sejak 8 April lalu. Puncak karya sengaja dilaksanakan pada hari ini setelah seluruh tahap renovasi bangunan suci dinyatakan selesai.
“Kami bersyukur bisa menyelesaikan renovasi merajan ini secara gotong royong. Terima kasih kepada Bapak Wakil Walikota atas kehadiran dan dukungannya kepada pangempon,” ungkap Putu Wira.
Upacara ini menjadi simbol kuatnya komitmen masyarakat Denpasar dalam melestarikan adat dan budaya lokal di tengah modernisasi, guna memastikan nilai-nilai luhur tetap terjaga bagi generasi mendatang.
Editor: Rudi.







