Kesenian Kontemporer Bali Butuh Panggung Seimbang, Ibu Putri Koster Siapkan Lomba Drama Modern
Wujud Tri Hita Karana, Wakil Wali Kota Denpasar Apresiasi Semangat Swadaya Krama Pura Taman Sari
Foto: Wawali Denpasar Kadek Agus Arya Wibawa hadiri Karya Mamungkah & Ngenteg Linggih di Pura Taman Sari, Padangsambian Klod. Pemkot Denpasar serahkan hibah Rp400 juta.

DENPASAR, Letternews.net – Bertepatan dengan Rahina Buda Umanis Wuku Krulut, Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, menghadiri puncak Karya Mamungkah, Ngenteg Linggih Wraspati Kalpa Agung di Pura Taman Sari, Bendesa Manik Mas, Desa Padangsambian Klod, Rabu (25/3/2026).
Kehadiran orang nomor dua di Kota Denpasar ini disambut hangat oleh krama pengempon. Turut mendampingi, Anggota DPRD Provinsi Bali I Wayan Subawa, Anggota DPRD Kota Denpasar I Nyoman Tananjaya Asmara Putra, Kabag Kesra I Ida Bagus Alit Surya Antara, serta Perbekel Desa Padangsambian Klod I Gede Wijaya Saputra.
Implementasi Tri Hita Karana
Rangkaian upacara berlangsung khidmat, diiringi suara gamelan dan kidung suci. Sebelum persembahyangan bersama, prosesi diawali dengan sesolahan Tari Rejang Dewa, Tari Rejang Renteng, serta Topeng Wali.
Dalam sambutannya, Wawali Arya Wibawa menekankan bahwa kehadiran pemerintah adalah bentuk apresiasi atas partisipasi masyarakat dalam menjaga keharmonisan. “Ini merupakan wujud nyata implementasi ajaran Tri Hita Karana. Selain menjaga keseimbangan alam, upacara ini mengukuhkan kembali kedudukan linggih sebagai tempat suci pemujaan Ida Sang Hyang Widhi Wasa,” ujarnya.
Ia berharap melalui karya ini, seluruh krama senantiasa diberikan kesehatan, keharmonisan, dan kerahayuan dalam kehidupan sehari-hari.
Dukungan Hibah Rp 400 Juta
Ketua Panitia Karya, I Made Sugita, menjelaskan bahwa upacara besar ini dilaksanakan menyusul rampungnya pemugaran 13 pelinggih di Pura Taman Sari. Pura ini diempon oleh 90 Kepala Keluarga (KK) yang tersebar di 7 banjar di wilayah Desa Padangsambian Klod.
“Karya ini berjalan lancar berkat gotong royong swadaya pengempon, punia tokoh masyarakat, serta dukungan hibah sebesar Rp 400.000.000 dari Pemerintah Kota Denpasar,” ungkap Made Sugita.
Rangkaian karya sendiri telah dimulai sejak 17 Maret lalu dan akan berlanjut hingga prosesi nyenuk serta penyineban pada 28 Maret mendatang. Acara diakhiri dengan penyerahan dana hibah secara simbolis oleh Wakil Wali Kota Arya Wibawa kepada panitia karya.
Editor: Rudi.







