Kesenian Kontemporer Bali Butuh Panggung Seimbang, Ibu Putri Koster Siapkan Lomba Drama Modern
Geliat Kreativitas di Pesisir Sanur: Walikota Denpasar Apresiasi Festival Ogoh-ogoh Sanur Metangi
Foto: Walikota Denpasar Jaya Negara resmi membuka Festival Ogoh-ogoh “Sanur Metangi” di Pantai Mertasari. Wadah kreativitas pemuda dan daya tarik wisata Sanur.

DENPASAR, Letternews.net – Dentuman gong yang dipukul Walikota Denpasar, IGN Jaya Negara, menandai dibukanya Festival Ogoh-ogoh bertajuk “Sanur Metangi” di Kawasan Pantai Mertasari, Sanur, Rabu (11/3/2026). Festival yang berlangsung hingga Kamis (12/3) ini menjadi panggung kreativitas bagi yowana (generasi muda) di wilayah Sanur menjelang Hari Suci Nyepi.
Turut hadir mendampingi Walikota, Anggota DPRD Provinsi Bali AA Gede Agung Suyoga, Wakil Ketua DPRD Kota Denpasar IB. Yoga Adi Putra dan Wayan Mariana Wandira, serta tokoh masyarakat setempat.
Ruang Kreatif dan Magnet Wisata
Walikota Jaya Negara memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif pemuda Sanur. Menurutnya, “Sanur Metangi” bukan sekadar parade biasa, melainkan ruang bagi generasi muda untuk belajar, berkarya, sekaligus mempererat persaudaraan.
“Konsep Sanur Metangi ini sangat bagus. Selain mempererat kebersamaan anak muda, kegiatan ini juga menjadi ruang kreatif bagi mereka untuk berkarya dalam kegiatan positif. Terlebih Sanur adalah kawasan pariwisata, generasi muda harus terus kreatif merancang kegiatan budaya yang juga menarik bagi wisatawan,” ujar Jaya Negara saat meninjau karya ogoh-ogoh di lokasi.
Rangkaian Lomba dan Parade Spesial
Ketua Panitia Festival, Ida Bagus Prajiskana Jisnu, menjelaskan bahwa proses seleksi telah dimulai sejak 1 Maret 2026. Dari 27 ogoh-ogoh yang tersebar di seluruh Sanur, terpilih 20 karya terbaik yang mendapatkan kehormatan untuk tampil dalam parade di Pantai Mertasari.
“Selain parade ogoh-ogoh besar, festival ini juga dimeriahkan dengan lomba ogoh-ogoh mini, lomba tapel, serta lomba sketsa. Kami juga melibatkan UMKM lokal dan pertunjukan kesenian untuk menghidupkan suasana festival,” jelasnya.
Melalui festival ini, diharapkan potensi seni dan budaya lokal Sanur dapat terus “Metangi” (bangkit) dan memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat melalui sektor pariwisata.
Editor: Rudi.







