Tekan Angka Pelanggaran yang Naik 54%, Polda Bali Gelar Operasi Keselamatan Agung 2026 Selama 14 Hari
Foto: Irwasda Polda Bali pimpin Apel Operasi Keselamatan Agung 2026. Fokus tekan angka pelanggaran lalin yang naik 54% melalui edukasi humanis dan ETLE.

DENPASAR, Letternews.net – Menghadapi dinamika lalu lintas yang kian kompleks di Pulau Dewata, Polda Bali resmi memulai operasi kepolisian kewilayahan dengan sandi “Keselamatan Agung-2026”. Pembukaan operasi ditandai dengan Apel Gelar Pasukan yang dipimpin oleh Irwasda Polda Bali, Kombes Pol Asep Ahdiatna, S.I.K., M.H., mewakili Kapolda Bali di halaman Mapolda Bali, Senin (02/02/2026).
Operasi ini akan berlangsung selama 14 hari, terhitung mulai tanggal 2 hingga 15 Februari 2026, dengan melibatkan sebanyak 1.492 personel gabungan dari Polda Bali dan jajaran Polres/ta, didukung instansi terkait seperti Dishub, Jasa Raharja, dan TNI.
Darurat Kesadaran Berlalu Lintas
Dalam amanat Kapolda Bali yang dibacakan Kombes Pol Asep Ahdiatna, terungkap data mengejutkan bahwa pelanggaran lalu lintas di Bali pada periode 2024-2025 melonjak drastis hingga 54%. Peningkatan ini juga diikuti oleh naiknya angka kecelakaan lalu lintas sebesar 2%.
“Kondisi ini tidak boleh dianggap biasa. Tingginya angka kecelakaan berdampak langsung pada citra Bali sebagai destinasi pariwisata internasional. Lalu lintas adalah urat nadi perekonomian dan wajah Indonesia di mata dunia,” tegas Kombes Pol Asep Ahdiatna.
Sasaran Utama: Helm hingga Alkohol
Operasi Keselamatan Agung 2026 mengedepankan upaya Preemtif dan Preventif secara humanis, didukung penegakan hukum melalui sistem ETLE (Statis dan Mobile) serta blangko teguran. Sasaran prioritas operasi meliputi:
-
Pelanggaran yang berpotensi menyebabkan fatalitas kecelakaan.
-
Pengendara tanpa helm atau sabuk keselamatan.
-
Berkendara di bawah pengaruh alkohol atau sambil menggunakan ponsel.
-
Perilaku berbahaya lainnya bagi pengguna jalan.
Cipta Kondisi Menjelang Mudik Lebaran
Selain meningkatkan disiplin masyarakat dan wisatawan, operasi ini bertujuan menciptakan kondisi Kamseltibcarlantas yang kondusif menjelang Operasi Ketupat Agung 2026 (pengamanan mudik Idul Fitri) yang jatuh pada bulan Maret mendatang.
Irwasda berpesan kepada seluruh personel agar menjaga integritas dan menghindari penyimpangan di lapangan. “Laksanakan tugas secara profesional, humanis, dan simpatik. Hindari penyalahgunaan wewenang dan utamakan keselamatan dalam bertugas,” pungkasnya.
Editor: Rudi.








