Gubernur Koster Hibahkan Lahan Rp13 Miliar di HUT ke-71 PSPS Bakti Negara: Pesilat Harus Jadi Ksatria Penjaga Kedamaian Bali

 Gubernur Koster Hibahkan Lahan Rp13 Miliar di HUT ke-71 PSPS Bakti Negara: Pesilat Harus Jadi Ksatria Penjaga Kedamaian Bali

Foto: Gubernur Bali Wayan Koster hibahkan lahan Rp13 Miliar pada HUT ke-71 PSPS Bakti Negara. Tekankan pentingnya ksatria silat dalam menjaga kedamaian & toleransi Bali.

BADUNG, Letternews.net – Gubernur Bali Wayan Koster bersama Wakil Gubernur Nyoman Giri Prasta menghadiri perayaan HUT ke-71 Persatuan Seni Pencak Silat (PSPS) Bakti Negara Bali di Pusat Latihan Sading, Mengwi, Sabtu (31/01/2026). Dalam momen bersejarah tersebut, Gubernur Koster menegaskan peran vital pesilat sebagai benteng pertahanan budaya dan stabilitas Pulau Dewata.

Sebagai bentuk dukungan nyata pemerintah, Gubernur Koster menyerahkan hibah lahan milik Pemprov Bali seluas 34 Are dengan nilai taksiran mencapai Rp13 Miliar kepada PSPS Bakti Negara. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat sarana prasarana pembentukan generasi Bali yang tangguh dan berdedikasi.

BACA JUGA:  Pengurus Paguyuban Pasundan Bali Silahturahmi dengan Wayan Koster

Ksatria Tanpa Membuat Onar

Di hadapan ratusan pendekar, Gubernur Koster menyatakan rasa bangganya atas konsistensi Bakti Negara dalam menjaga Bali tetap ajeg dan toleran.

“Saya harapkan karakter ksatria ini akan terus bernaung di dalam hati kalian untuk tetap membela kebenaran tanpa harus membuat onar. PSPS Bakti Negara tidak hanya soal teknis bela diri, tapi soal pembentukan mental, spiritual, dan fisik yang disiplin,” tegas Wayan Koster.

Ia juga menyarankan agar ekspansi pembinaan PSPS Bakti Negara terus diperluas hingga ke tingkat desa di seluruh Bali guna menyaring lebih banyak bakat muda.

BACA JUGA:  Marilah Kembali Pulang Pada Teladan Utama; Sebuah Refleksi Natal

Warisan Leluhur dan Koneksi Tri Sakti

Ketua DPD PSPS Bakti Negara Bali, Nyoman Giri Prasta, mengungkapkan sisi historis dan spiritualitas bela diri ini. Berdasarkan temuan di Pura Mas Penida, Buleleng, terdapat tarian sakral silat Bali yang memiliki kemiripan gerakan dan musik pengiring dengan pakem Bakti Negara.

“Tarian sakral silat Bali ini sudah diperbolehkan untuk akselerasi tanpa keluar dari pakem aslinya. Ini adalah bagian dari konsep Tri Sakti yang dijalankan secara sekala-niskala dan menjadi sasolahan wajib saat pujawali,” jelas Giri Prasta.

BACA JUGA:  Wayan Koster Temui Petani Arak dan Garam Tradisional

Anjangsana Subuh dan Semangat Kebersamaan

Perayaan HUT ke-71 ini berlangsung khidmat namun penuh semangat. Sejumlah anggota melakukan aksi anjangsana dengan berjalan kaki dari Desa Sangeh menuju Pusat Latihan di Sading sejak pukul 03.00 WITA. Aksi ini menjadi simbol ketahanan fisik dan solidaritas antaranggota Bakti Negara dalam menjaga warisan leluhur di tengah arus modernisasi.

Editor: Rudi.

.

Bagikan: