Wawali Arya Wibawa Buka Senam AW S3: Ribuan Warga Merajut Kebersamaan di HUT Kota Denpasar dan Imlek 2577
Foto: Wawali Denpasar Arya Wibawa buka Senam AW S3 di Lapangan Puputan Badung. Momentum HUT ke-238 Kota Denpasar & Imlek 2577 untuk perkuat kebersamaan.

DENPASAR, Letternews.net – Lapangan Puputan Badung I Gusti Ngurah Made Agung berubah menjadi lautan semangat pada Minggu (15/2/2026). Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, secara resmi membuka kegiatan Senam Andrie Wongso – Sehat, Semangat, Senang (AW S3) yang diselenggarakan oleh Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) Bali.
Acara bertajuk “Satu Langkah Banyak Warna Merajut Kebersamaan” ini digelar sebagai momentum ganda: merayakan Tahun Baru Imlek 2577 sekaligus memeriahkan HUT ke-238 Kota Denpasar. Hadir mendampingi Wawali, Ketua GOW Kota Denpasar Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa, Ketua PD INTI Bali Putu Agung Prianta, serta jajaran tokoh agama dan masyarakat.
Denpasar: Kota yang Merawat Kebinekaan
Dalam sambutannya, Wawali Arya Wibawa memberikan apresiasi tinggi kepada INTI Bali atas inisiatif yang menggabungkan olahraga dengan aksi sosial. Menurutnya, kegiatan ini adalah bukti nyata bahwa Denpasar tetap kokoh sebagai kota toleransi.
“Kegiatan ini membuktikan bahwa Kota Denpasar mampu merawat keberagaman dalam kebersamaan. Selain menyehatkan melalui senam bersama, juga menghadirkan aksi kemanusiaan seperti donor darah dan pembagian sembako,” ujar Arya Wibawa.
Sinergi untuk Kebajikan Bangsa
Ketua Pembina INTI Bali, Sudiarta Indrajaya, menekankan bahwa kegiatan ini melibatkan Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) untuk mempertegas identitas persatuan Indonesia. Sebelum senam dimulai, ribuan peserta dengan khidmat menyanyikan lagu Indonesia Raya dan membacakan Pancasila.
“Inilah Indonesia, berbagai suku dan agama bersatu untuk kebajikan. Senam itu penting, karena dalam badan yang sehat kita dapat membangun negara yang kuat,” jelas Sudiarta.
Aksi Sosial Tanpa Batas
Tak hanya senam dan pementasan Barong Sai, acara ini sarat dengan nilai kemanusiaan. Panitia menyerahkan paket sembako kepada para veteran, jero mangku, juru parkir, anak-anak autis, hingga lansia.
Menariknya, panitia juga melakukan aksi jemput bola dengan mengunjungi lansia yang berhalangan hadir langsung ke rumah masing-masing (door-to-door). “Ini adalah bentuk penghormatan dan pengabdian kami kepada para pejuang dan orang tua kita,” tambahnya.
Melalui spirit Vasudhaiva Kutumbakam (kita semua bersaudara), momentum ini diharapkan terus memperkuat harmoni masyarakat Denpasar di tengah derasnya dinamika global dan arus informasi media sosial.
Editor: Rudi.







