Demo di Depan DPR Memakan Korban, Ojek Online Tewas di Tengah Kericuhan
Water Symposium: Wagub Giri Prasta Tegaskan Komitmen Bali Jaga Air dan Lingkungan Berkelanjutan

Foto: Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta, dan Rektor Universitas Udayana, Prof. I Ketut Sudarsana
Denpasar, Letternews.net – Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta, menegaskan komitmen pemerintah provinsi untuk menjaga ketersediaan air bersih dan kelestarian lingkungan di Pulau Dewata. Hal tersebut disampaikannya saat membuka Water Symposium bertema “Closing the Loop: Enhancing Urban Water Metabolism Through Circular Wastewater Strategies for Sustainable Cities” di Gedung Pascasarjana Universitas Udayana, Senin (19/8).
Acara ini, hasil kolaborasi berbagai lembaga, termasuk Wageningen University and Research dan Universitas Udayana, menjadi platform penting untuk membahas strategi pengelolaan air berkelanjutan di Bali.
Air sebagai Kebutuhan Utama dan Langkah Nyata Pemerintah
Wagub Giri Prasta menyambut baik inisiatif simposium ini, menekankan bahwa air adalah kebutuhan pokok yang diatur oleh undang-undang. “Bumi dan air serta kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat,” tegasnya, mengutip Pasal 33 ayat (3) UUD 1945.
Ia juga menyoroti konsep “One Island, One Command” sebagai kunci pengelolaan Bali yang lebih baik, termasuk dalam menjaga sumber mata air. Sebagai contoh, pemerintah provinsi telah berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota untuk memulihkan dan memelihara sungai, seperti Sungai Ayung.
Selain masalah air, Wagub juga menyinggung penanganan sampah sebagai bagian dari konsep Bali Clean and Green. Ia mengungkapkan bahwa pemerintah telah menyiapkan rencana pembangunan insinerator di berbagai kabupaten/kota dengan dukungan kajian ilmiah dari Universitas Udayana.
Menghasilkan Solusi Konkret untuk Bali
Giri Prasta berharap simposium ini tidak berhenti sebagai forum akademis, tetapi mampu menghasilkan rekomendasi nyata yang dapat diimplementasikan dalam kebijakan publik. Ia berharap diskusi dan kajian dari acara ini dapat memberikan solusi konkret untuk pengelolaan air limbah perkotaan yang berkelanjutan, sesuai dengan karakteristik sosial, budaya, dan geografis Bali.
Harapan ini sejalan dengan pernyataan Rektor Universitas Udayana, Prof. I Ketut Sudarsana, yang menegaskan bahwa air adalah kebutuhan dasar dan perlu ada perubahan perspektif dalam penanganan limbah. Unud, lanjutnya, berkomitmen untuk membuka ruang kolaborasi nasional dan internasional demi pembangunan yang lebih baik.
Sementara itu, Ketua Panitia Water Symposium, Sarah Abigail, melaporkan bahwa acara ini dihadiri oleh 41 peserta dari akademisi, mahasiswa, dan perwakilan pemerintah. Ia menekankan pentingnya tindak lanjut nyata untuk mengatasi persoalan air, demi mewujudkan visi Bali sebagai pulau yang bersih, hijau, dan berkelanjutan.
Editor: Anto.