Waspada Takjil Berbahaya! BPOM Temukan Sampel Mengandung Rhodamin B di Pasar Senggol Semarapura

 Waspada Takjil Berbahaya! BPOM Temukan Sampel Mengandung Rhodamin B di Pasar Senggol Semarapura

Foto: BPOM Denpasar temukan kerupuk mengandung Rhodamin B di Pasar Senggol Semarapura, Klungkung. Wabup Tjok Surya imbau warga waspada warna mencolok pada takjil.

SEMARAPURA, Letternews.net – Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1447 H, Pemerintah Kabupaten Klungkung bersama Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Denpasar melakukan sidak intensifikasi pengawasan pangan di Pasar Senggol Semarapura, Kamis (26/2/2026). Langkah ini diambil guna memastikan jajanan buka puasa (takjil) yang dikonsumsi masyarakat bebas dari bahan kimia berbahaya.

Wakil Bupati Klungkung, Tjokorda Gde Surya Putra, yang memimpin langsung pemantauan tersebut mengungkapkan bahwa pengawasan ini adalah bentuk komitmen pemerintah dalam melindungi kesehatan masyarakat dari peredaran produk pangan yang tidak memenuhi persyaratan keamanan.

BACA JUGA:  12 Ogoh-Ogoh Terbaik Denpasar Unjuk Aksi di Kawasan Patung Catur Muka

Temuan Zat Pewarna Tekstil

Dalam operasi tersebut, petugas mengambil enam sampel makanan secara acak untuk dilakukan uji cepat (rapid test). Hasilnya, satu sampel kerupuk dinyatakan positif mengandung Rhodamin B, yakni zat pewarna sintetis untuk tekstil yang dilarang keras digunakan pada makanan.

Plt. Kepala Balai Besar POM di Denpasar, Made Ery Bahari, menegaskan pihaknya akan mengambil tindakan tegas dengan menarik produk tersebut dari peredaran. “Kami akan telusuri hingga ke produsennya untuk memberikan edukasi agar tidak lagi menggunakan bahan berbahaya yang berisiko merusak organ tubuh hingga memicu kanker dalam jangka panjang,” jelasnya.

BACA JUGA:  Rasio Guide Mandarin dengan Wisman Tiongkok Timpang

Waspadai Warna Mencolok

Selain di Pasar Senggol, BPOM sebelumnya telah memeriksa 14 sampel di Kampung Gelgel dan enam sampel di Kampung Lebah, yang seluruhnya dinyatakan negatif bahan berbahaya.

Wabup Tjok Surya mengingatkan para pedagang dan produsen untuk tidak mengorbankan kesehatan konsumen demi keuntungan sesaat. Ia meminta masyarakat untuk menjadi konsumen cerdas dengan tidak tergiur tampilan makanan yang warnanya terlalu cerah atau mencolok.

BACA JUGA:  Kapolda Bali Pimpin Upacara HUT Brimob Polri Ke-78

“Kami ingatkan produsen, jangan gunakan pewarna tekstil. Keamanan pangan adalah tanggung jawab kita bersama. Masyarakat juga harus teliti, jika warna takjil terlalu cerah, patut dicurigai,” tegas Wabup Tjok Surya.

Pengawasan serupa akan terus ditingkatkan di berbagai titik di Kabupaten Klungkung sepanjang bulan Ramadan hingga Idul Fitri mendatang untuk menjamin kenyamanan beribadah umat Muslim.

Editor: Rudi.

.

Bagikan: