Usulan Tak Kunjung Cair, Warga Gilimanuk “Gercep” Perbaiki Jalan Rusak Pakai Dana Swadaya

 Usulan Tak Kunjung Cair, Warga Gilimanuk “Gercep” Perbaiki Jalan Rusak Pakai Dana Swadaya

Foto: Warga RT 02 Lingkungan Asih, Gilimanuk, perbaiki jalan rusak secara swadaya setelah usulan ke Pemkab Jembrana tak kunjung cair. Simak aksi gotong royong mereka!

JEMBRANA, Letternews.net – Lelah menanti janji perbaikan dari pemerintah yang tak kunjung terealisasi, warga RT 02 Lingkungan Asih, Kelurahan Gilimanuk, Kecamatan Melaya, Jembrana, akhirnya memutuskan untuk bergerak sendiri. Puluhan warga turun ke jalan pada Minggu (28/12/2025) sore untuk melakukan perbaikan gang secara swadaya dan gotong royong.

Aksi ini menjadi bentuk protes sekaligus solusi nyata atas kondisi jalan rusak sepanjang 100 meter yang selama ini menghambat mobilitas warga di ujung barat Pulau Bali tersebut.

BACA JUGA:  PDI Perjuangan dan PBB Partai Politik Yang Berdasarkan Ideologi Indonesia

Inisiatif Lahir dari Hasil Musyawarah

Lurah Gilimanuk, Ida Bagus Tony Wirahadikusuma, mengapresiasi tinggi langkah mandiri yang diambil oleh warganya. Menurutnya, keputusan untuk merogoh kocek pribadi dan tenaga ini muncul dari rasa prihatin setelah usulan perbaikan ke Pemerintah Kabupaten Jembrana belum memberikan kepastian.

Meskipun tim dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Jembrana sempat meninjau lokasi beberapa waktu lalu, hingga kini belum ada tanda-tanda aspal akan segera dihamparkan di wilayah tersebut.

“Warga kami sangat kompak dan guyub. Melihat kondisi gang rusak, disepakati untuk swadaya. Kami secara pribadi tentu sangat mendukung aksi nyata ini,” ujar Tony saat mendampingi kegiatan warga.

BACA JUGA:  Eksodus Tokoh PDIP dan Golkar: Wajah Baru PSI Bali di Bawah Komando Wayan Suyasa Siap Dilantik

Jalur Krusial Kantong Antrean Kendaraan

Langkah cepat warga RT 02 Lingkungan Asih ini memiliki alasan yang sangat mendasar. Gang tersebut bukan sekadar jalan lingkungan biasa, melainkan jalur krusial yang kerap dialihfungsikan sebagai kantong antrean kendaraan saat terjadi lonjakan di Pelabuhan Gilimanuk pada musim libur Nataru maupun arus mudik Lebaran.

“Dengan perbaikan swadaya ini, kami berharap bisa meminimalisir risiko kecelakaan dan memastikan kesiapan jalur jika terjadi lonjakan antrean kendaraan nantinya,” tambah Lurah Gilimanuk.

BACA JUGA:  STOP Kekerasan Pada Perempuan dan Anak

Gotong Royong di Tengah Ketidakpastian

Aksi “gercep” (gerak cepat) warga Gilimanuk ini menjadi tamparan sekaligus pengingat bagi pihak berwenang agar lebih responsif terhadap kebutuhan infrastruktur di tingkat hulu. Warga membuktikan bahwa kemandirian dan semangat gotong royong masih menjadi kekuatan utama di tengah birokrasi yang dinilai lamban.

Editor: Rudi.

.

Bagikan: