Targetkan Juara Umum Porprov 2027, Wawali Arya Wibawa Buka Rakerkot KONI Denpasar 2026
TPA Suwung Segera Ditutup! Ny. Sagung Antari Ajak Ibu-Ibu Denpasar Jadi “Manajer Sampah” di Rumah Tangga
Foto: Ketua TP PKK Denpasar Ny. Sagung Antari ajak ibu-ibu kelola sampah rumah tangga melalui prinsip 3R & komposting jelang penutupan TPA Suwung. Simak strateginya!

DENPASAR, Letternews.net – Menghadapi tantangan penutupan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Suwung yang semakin dekat, Kota Denpasar kini beralih fokus pada pengelolaan sampah berbasis sumber. Dalam talkshow interaktif di Radio Publik Kota Denpasar (RPKD) kawasan Denpasar Festival, Selasa (23/12/2025), peran ibu rumah tangga ditegaskan sebagai kunci utama keberhasilan transisi ini.
Talkshow bertajuk “Mulai dari Rumah: Ibu Rumah Tangga sebagai Garda Terdepan Kelola Sampah” ini menghadirkan tokoh-tokoh penggerak wanita, yakni Ketua TP. PKK Kota Denpasar Ny. Sagung Antari Jaya Negara, Ketua GOW Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa, Pj. Ketua DWP Ny. I Gusti Ayu Suwandewi, serta penggiat lingkungan Dr. Ida Ayu Maharatni.
Ibu Sebagai Manajer Utama Lingkungan
Ketua TP PKK Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara, menekankan bahwa unit terkecil masyarakat, yaitu keluarga, memegang kendali atas volume sampah kota. Sebagai sosok yang mengatur belanja harian hingga sisa dapur, ibu rumah tangga adalah “manajer” yang menentukan nasib sampah pertama kali.
“Rumah tangga adalah pengelola utama aktivitas keluarga. Ibu-lah yang menentukan apa yang dibeli dan bagaimana sisanya ditangani. Kami mendorong pemilahan dari hulu serta pengolahan organik melalui komposting sebagai langkah awal,” ujar Ny. Sagung Antari.
Melalui kelompok Dasawisma, PKK terus mengedukasi prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) serta kebiasaan membawa kantong belanja sendiri guna menekan penggunaan plastik sekali pakai.
Sampah Menjadi Peluang Ekonomi
Tantangan konsistensi dan waktu memang menjadi kendala, namun Ketua GOW Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa melihat celah manfaat. Melalui pelatihan pembuatan ecobrick dan kerajinan daur ulang, sampah anorganik kini didorong agar memiliki nilai ekonomi melalui kerja sama dengan Bank Sampah. Hal ini diharapkan mampu memotivasi ibu-ibu untuk melihat sampah bukan sebagai beban, melainkan peluang penghasilan tambahan.
Di sisi lain, keluarga ASN di bawah naungan DWP juga diminta menjadi teladan. Pj. Ketua DWP Ny. I Gusti Ayu Suwandewi menegaskan kebijakan “Gerakan 1 Rumah 1 Komposter” bagi keluarga ASN agar program pemerintah pusat dan daerah sinkron hingga ke level rumah pribadi.
Momentum Penutupan TPA Suwung
Dr. Ida Ayu Maharatni, penggiat lingkungan sekaligus Ketua TP PKK Denpasar Selatan, mengingatkan bahwa penutupan TPA Suwung adalah momentum untuk kembali ke kearifan lokal dalam mengelola sampah secara mandiri.
“Jika dulu ada teba untuk sampah organik, sekarang kita modifikasi dengan teknologi sederhana. Sampah organik, seperti sisa upacara, cukup dicacah agar mudah terurai dan kembali menjadi pupuk,” jelasnya.
Melalui sinergi PKK, GOW, dan DWP, diharapkan Ibu Kota Bali ini mampu mewujudkan lingkungan yang bersih dan berkelanjutan, di mana sampah tidak lagi dibuang, melainkan dikelola dengan bijak sejak dari dapur.
Editor: Rudi.








