Tingkatkan Kemandirian Ekonomi, Ibu-Ibu PKK Sanur Dibekali Keterampilan Tata Rias dan Sanggul Bali
Foto: Puluhan anggota TP PKK Sanur ikuti pelatihan tata rias dan sanggul. Upaya Forum PUSPA dan Pemprov Bali tingkatkan kemandirian ekonomi perempuan berbasis budaya.

DENPASAR, Letternews.net – Sebanyak 20 anggota Tim Penggerak PKK Kelurahan Sanur mendapatkan pembekalan khusus dalam kegiatan “Penguatan Pemberdayaan Perempuan di Bidang Sosial Ekonomi”. Pelatihan yang memfokuskan pada keterampilan tata rias (make up) dan sanggul ini digelar oleh Dinas Sosial P3A Provinsi Bali bersinergi dengan Forum PUSPA Provinsi Bali di Kantor Lurah Sanur, Selasa (24/2).
Acara ini dihadiri langsung oleh Ketua Forum PUSPA Kota Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa, Ketua TP PKK Kecamatan Denpasar Selatan, Ny. Ida Ayu Alit Maharatni Purwanasara, serta Lurah Sanur, Ida Bagus Made Windhu Segara.
Ubah Kebutuhan Adat Menjadi Peluang Ekonomi
Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa dalam sambutannya menekankan bahwa Sanur dipilih sebagai lokasi pertama pelatihan di Denpasar karena tingginya aktivitas adat dan budaya. Keterampilan menyanggul dan merias bukan lagi sekadar pelengkap hobi, melainkan kebutuhan pokok bagi perempuan Bali dalam keseharian maupun upacara keagamaan.
“Kita ingin ibu-ibu semakin percaya diri dan mandiri. Pelatihan ini sangat relevan dengan budaya kita. Jika terampil, minimal bisa merias diri sendiri untuk ke Pura, syukur-syukur bisa menjadi peluang usaha salon di rumah untuk menambah penghasilan keluarga,” ujar Ny. Ayu Kristi.
Sinergi untuk Menjangkau Seluruh Bali
Sekretaris Forum PUSPA Provinsi Bali, Kompyng Ratnadi, menambahkan bahwa program ini merupakan langkah nyata sinergi untuk mendorong perempuan Bali lebih resilien secara ekonomi. Senada dengan itu, Kabid Pemberdayaan dan Perlindungan Hak Perempuan Dinas Sosial P3A Provinsi Bali, Ni Nyoman Cahaya Wati, menjelaskan bahwa program ini ditargetkan mampu menjangkau sembilan kabupaten/kota di Bali sepanjang tahun 2026.
“Tahun ini kami upayakan menjangkau seluruh Bali. Sasarannya adalah perempuan umum hingga perempuan rentan, agar mereka memiliki kesiapan dari sisi sosial maupun ekonomi,” jelas Cahaya Wati.
Pelatihan ini menghadirkan narasumber kompeten yang memberikan teknik tata rias wajah dan cara membentuk sanggul Bali yang sesuai dengan pakem namun tetap modern. Melalui kegiatan ini, diharapkan para peserta tidak hanya mahir secara teknis, tetapi juga termotivasi untuk aktif dalam pembangunan ekonomi kreatif di lingkungannya masing-masing.
Editor: Rudi.







