Tepis Isu Lesu, Gubernur Koster Ungkap Kunjungan Wisman ke Bali Meledak 7 Juta Orang di Akhir 2025

 Tepis Isu Lesu, Gubernur Koster Ungkap Kunjungan Wisman ke Bali Meledak 7 Juta Orang di Akhir 2025

Foto: Gubernur Koster menepis isu pariwisata Bali lesu. Data menunjukkan kunjungan wisman 2025 tembus 7 juta orang, meski wisdom menurun akibat kendala maskapai. Cek datanya!

BADUNG, Letternews.net – Gubernur Bali, Wayan Koster, menampik tegas isu penurunan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Pulau Dewata di penghujung tahun 2025. Berdasarkan pantauan langsung di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai pada Minggu (28/12/2025), data menunjukkan tren positif dengan peningkatan mencapai 600 ribu wisman secara year-on-year.

Dalam Rapat Koordinasi bersama Angkasa Pura, Imigrasi, dan pemangku kepentingan bandara, Koster memaparkan data riil yang mematahkan spekulasi negatif mengenai pariwisata Bali.

BACA JUGA:  Pecahkan Rekor! Wisman ke Bali Tembus 7,1 Juta di 2025, Menpar Widiyanti Puji Kepemimpinan Gubernur Koster

Wisman Tembus 7 Juta, Domestik Terkontraksi

Gubernur Koster menjelaskan bahwa pada tahun 2024, jumlah wisman mencapai 6,3 juta orang. Hingga 26 Desember 2025, angka tersebut sudah melonjak ke 6,9 juta orang.

“Perkiraan kami hingga 31 Desember nanti, jumlah wisman akan mencapai 7,05 juta wisatawan. Ada penambahan sekitar 120 ribu orang lagi dalam lima hari terakhir tahun ini, dengan rata-rata kedatangan 24 ribu orang per hari,” jelas Gubernur Koster.

Namun, kondisi berbeda terjadi pada sektor wisatawan domestik (wisdom). Hingga akhir 2025, kunjungan wisdom diprediksi menurun dari 10,1 juta di tahun lalu menjadi sekitar 9,4 juta orang. Penurunan ini disebabkan oleh berkurangnya armada maskapai lokal (dari 13 menjadi 11 airline) dan pengurangan rute domestik akibat proses perawatan pesawat (maintenance) beberapa maskapai besar seperti Garuda dan Citilink.

BACA JUGA:  Lautan Manusia di Art Centre! Perayaan Tumpek Krulut 2026 Jadi Panggung Kasih Sayang 'Dresta Bali'

Anomali Hunian Hotel dan Tren Vila Pribadi

Meski jumlah wisman naik, tingkat hunian hotel di Bali justru mengalami kontraksi tahunan sebesar 4 persen. Koster mengungkapkan adanya pergeseran perilaku wisatawan yang kini lebih memilih menginap di fasilitas non-hotel.

“Banyak wisatawan sekarang menginap di vila, rumah pribadi, atau fasilitas lain yang tidak terdaftar sebagai wajib pajak pariwisata. Inilah yang membuat data okupansi hotel tidak sejalan dengan kenaikan jumlah wisman,” tegas Gubernur Bali dua periode tersebut.

Selain itu, curah hujan tinggi dan banjir di beberapa titik di Bali menyebabkan wisatawan lebih banyak berdiam di hotel, sehingga destinasi wisata terlihat lebih sepi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

BACA JUGA:  Sanur Membara! Gubernur Koster Lepas 5.000 Pelari International Half Marathon 2026, Bangkitkan Sport Tourism Bali

Efisiensi Layanan Bandara Meningkat Tajam

Kabar baik juga datang dari sektor pelayanan publik. Upaya peningkatan kualitas di Bandara Ngurah Rai membuahkan hasil signifikan. Jika sebelumnya waktu tunggu wisman untuk pengurusan imigrasi, VOA, hingga pengambilan bagasi bisa mencapai 1,5 jam, kini dipangkas menjadi maksimal 57 menit saja.

Peningkatan efisiensi ini didukung oleh bertambahnya rute internasional menjadi 44 rute dan kehadiran 46 maskapai internasional yang kini aktif melayani penerbangan ke Bali.

Editor: Rudi.

.

Bagikan: