Targetkan Juara Umum Porprov 2027, Wawali Arya Wibawa Buka Rakerkot KONI Denpasar 2026
Strategi Baru Atasi Sampah: Gubernur Koster Kantongi Restu Menteri LH, Penutupan TPA Suwung Diperpanjang Hingga November 2026
Foto: Gubernur Bali Wayan Koster berhasil melobi Menteri LH untuk menunda penutupan TPA Suwung hingga November 2026. Fokus pengolahan sampah beralih ke teknologi PSEL di Benoa.

DENPASAR, Letternews.net – Langkah strategis diambil Gubernur Bali, Wayan Koster, dalam menuntaskan persoalan sampah di wilayah Sarbagita (Denpasar dan Badung). Setelah melakukan koordinasi intensif, Menteri Lingkungan Hidup (LH), Hanif Faisol Nurofiq, resmi merestui permohonan penundaan penutupan TPA Suwung hingga November 2026.
Keputusan ini diambil guna memberikan ruang bagi Pemerintah Kota Denpasar dan Kabupaten Badung untuk mengoptimalkan fasilitas pengolahan sampah berbasis teknologi tinggi.
Batal Pindah ke Bangli, Optimalkan Fasilitas Lokal
Sebelumnya, muncul rencana untuk memindahkan residu sampah ke TPA Landih di Bangli pasca rencana penutupan TPA Suwung pada 28 Februari 2026. Namun, setelah melalui peninjauan lapangan, lokasi tersebut dinilai tidak representatif.
“Setelah dicek ke TPA Landih Bangli tidak memungkinkan. Jadi saya sudah lapor ke Pak Menteri LH agar diberikan waktu untuk mengoptimalkan fasilitas yang akan dibangun oleh Kota Denpasar dan Kabupaten Badung,” ujar Koster di Gedung Wiswa Sabha Utama, Rabu (14/01/2026).
Volume Sampah Bali Mulai Menyusut
Gubernur Koster memaparkan tren positif di mana volume sampah yang masuk ke TPA perlahan berkurang secara konsisten sejak April hingga Oktober 2025. Penurunan ini merupakan hasil dari masifnya pembangunan infrastruktur pengolahan di tingkat hilir:
-
Kota Denpasar: Penambahan mesin pengolahan di TPST Tahura dan TPST Kertalangu, serta pembangunan TPS3R baru di empat wilayah kecamatan.
-
Kabupaten Badung: Pembangunan TPS3R di setiap desa untuk memastikan sampah tuntas di sumber.
“Dengan fasilitas ini, volume sampah yang dibawa ke TPA Suwung akan berkurang drastis sambil kita menunggu kesiapan teknologi pengolahan sampah menjadi energi listrik,” tambahnya.
Proyek Strategis PSEL Benoa Segera Groundbreaking
Koster juga mengungkapkan bahwa solusi jangka panjang berupa proyek PSEL (Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik) akan segera direalisasikan. Proyek strategis ini akan menempati lahan seluas 6 hektar milik Pelindo di kawasan Benoa.
Menteri LH Hanif Faisol menyambut baik rencana ini, namun memberikan catatan agar proses transisi tidak berlarut-larut. “Prinsipnya beliau welcome, cuma jangan terlalu lama. Tim dari Kementerian LH juga sudah diturunkan untuk melakukan evaluasi langsung di lapangan,” tegas Koster.
Editor: Rudi.








