Sinergi OJK, BPS, dan LPS: Cakupan SNLIK 2026 di Bali Diperluas ke Seluruh Kabupaten/Kota demi Kebijakan Tepat Sasaran

 Sinergi OJK, BPS, dan LPS: Cakupan SNLIK 2026 di Bali Diperluas ke Seluruh Kabupaten/Kota demi Kebijakan Tepat Sasaran

Foto: OJK, BPS, dan LPS siapkan SNLIK 2026 di Provinsi Bali dengan cakupan seluruh kabupaten/kota. Survei lapangan digelar Februari 2026 demi akurasi data ekonomi.

DENPASAR, Letternews.net – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Bali berkolaborasi dengan Badan Pusat Statistik (BPS) dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mematangkan persiapan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) Tahun 2026. Berbeda dari tahun sebelumnya, cakupan survei di Pulau Dewata kini diperluas untuk mencakup seluruh kabupaten/kota guna memetakan indeks keuangan secara lebih akurat dan komprehensif.

Langkah ini diawali dengan Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) yang mempertemukan pimpinan BPS se-Bali dan petugas lapangan di Kantor BPS Provinsi Bali, Senin (19/01/2026).

BACA JUGA:  Wujudkan Pelayanan Prima, Pemkot Denpasar Ikuti Penilaian Zona Integritas

SNLIK 2026: Landasan Kesejahteraan Masyarakat Bali

Kepala OJK Provinsi Bali, Kristrianti Puji Rahayu, menegaskan bahwa hasil SNLIK 2026 akan menjadi kompas bagi OJK dan Lembaga Jasa Keuangan (LJK) dalam merumuskan strategi yang sesuai dengan kebutuhan riil konsumen.

“Hasil SNLIK nantinya akan digunakan sebagai bahan evaluasi serta penyusunan program kerja yang mencerminkan tingkat literasi dan inklusi keuangan hingga ke level daerah. Peran data berkualitas sangat krusial sebagai fondasi kebijakan ekonomi yang inklusif,” ujar Puji dalam sambutannya, Kamis (22/01/2026).

Senada dengan hal tersebut, Kepala BPS Provinsi Bali, Agus Gede Hendrayana Hermawan, menyatakan kesiapan penuh jajarannya. Menurutnya, literasi keuangan memiliki korelasi erat dengan kesejahteraan masyarakat. “Data yang kredibel dari SNLIK 2026 akan memperkaya basis data BPS untuk pengembangan ekonomi daerah,” tambahnya.

BACA JUGA:  Resmi Dibuka Seleksi Jabatan Kadis Pariwisata dan Pemadam Kebakaran Kota Denpasar

Perluasan Wilayah dan Penguatan Petugas Lapangan

Tahun ini menjadi tonggak penting dengan diperluasnya sampel survei di Bali. Jika sebelumnya hanya mencakup tiga kabupaten, kini petugas akan menyisir seluruh kabupaten/kota di Bali.

Untuk menjamin kualitas data, sebanyak 122 petugas (terdiri dari 86 Petugas Pendataan Lapangan/PPL dan 36 Petugas Pemeriksaan Lapangan/PML) akan menjalani pelatihan intensif gelombang kedua pada 21-23 Januari 2026.

BACA JUGA:  Pansel Pimpinan KPK Terpilih Diharapkan Dapat Bekerja Secara Optimal dan Independen

Jadwal Pelaksanaan Lapangan

Masyarakat Bali diharapkan menyambut baik para petugas yang akan turun langsung ke lapangan pada:

  • 📅 Waktu Pelaksanaan: 4 s.d. 18 Februari 2026.

  • 🛡️ Keamanan: OJK mengimbau responden untuk aktif berpartisipasi dan tetap waspada terhadap pihak yang tidak berwenang.

BACA JUGA:  Demi Krama Bali Tinggal di Rumah Layak Huni, Gubernur Koster Siap Kolaborasi Program Bedah Rumah TNI AD

Mengejar Target Nasional 2029

Secara nasional, indeks literasi keuangan tahun 2025 berada di angka 66,46 persen dengan inklusi keuangan sebesar 80,51 persen. Angka ini ditargetkan terus meroket hingga 93 persen pada tahun 2029, sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029. Dengan adanya data level daerah dari SNLIK 2026, intervensi kebijakan diharapkan menjadi lebih efektif dan tepat sasaran demi kesejahteraan Krama Bali.

Editor: Rudi.

.

Bagikan: