Seruan Boikot GWK dari Tokoh Masyarakat: Para Seniman Bali Diminta Tolak Job Demi Harga Diri

 Seruan Boikot GWK dari Tokoh Masyarakat: Para Seniman Bali Diminta Tolak Job Demi Harga Diri

Foto: Tokoh masyarakat, I Gusti Putu Artha

 

DENPASAR, Letternews.net – Polemik penutupan akses jalan warga oleh pihak Garuda Wisnu Kencana (GWK) kini melebar ke sektor seni dan budaya. Tokoh masyarakat, I Gusti Putu Artha, mengeluarkan seruan keras melalui akun Facebook-nya pada Senin (29/9/2025), meminta para seniman Bali untuk sementara waktu menolak mengambil pekerjaan di kawasan GWK.

BACA JUGA:  7 Negara Kunjungi Tukad Bindu Kota Denpasar

Seruan boikot ini dilatarbelakangi oleh rasa solidaritas dan tuntutan atas harga diri. Putu Artha menekankan bahwa seniman harus menunjukkan sikap menolak praktik yang merugikan masyarakat lokal.

“Para seniman Bali saya harap sementara ini jangan ambil job di GWK. Periuk nasi kita masih dihargai di tempat lain. Ini soal harga diri,” tulis I Gusti Putu Artha, yang pesannya langsung menyebar luas dan menuai perdebatan di kalangan warganet Bali.

Seruan ini muncul setelah Gubernur Bali, Wayan Koster, juga meminta manajemen GWK untuk bertindak bijak dan menyelesaikan masalah penutupan jalan warga Banjar Adat Giri Dharma yang telah berlangsung lebih dari setahun.

BACA JUGA:  Celebrating A Decade of Elegance, Sanur Resort Watujimbar Unveils New Brand Identity

Aksi ini diharapkan menjadi bentuk tekanan moral dari komunitas budaya agar pihak GWK segera mencari solusi kultural yang menghormati hak akses dan harmoni dengan masyarakat sekitar.

Editor: Rudi.

.

Bagikan: