Sektor Pertanian Jadi Penyelamat! Ekonomi Bali Tetap Optimis di Tengah Tantangan Cuaca Ekstrem

 Sektor Pertanian Jadi Penyelamat! Ekonomi Bali Tetap Optimis di Tengah Tantangan Cuaca Ekstrem

Foto: Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Erwin Soeriadimadja

DENPASAR, Letternews.net – Kinerja dunia usaha di Provinsi Bali menunjukkan dinamika menarik pada pengujung tahun 2025. Berdasarkan hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) yang dirilis oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, kegiatan usaha di Pulau Dewata tercatat melandai pada triwulan IV 2025 namun tetap berada dalam zona optimis berkat ketangguhan sektor pertanian.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Erwin Soeriadimadja, mengungkapkan bahwa nilai Saldo Bersih Tertimbang (SBT) kegiatan dunia usaha pada triwulan IV 2025 berada di angka 35,46%. Meskipun melandai jika dibandingkan triwulan sebelumnya yang mencapai 53,17%, angka ini menunjukkan bahwa geliat ekonomi Bali masih tetap terjaga.

BACA JUGA:  Sambut Nataru, Bank Indonesia Bali Siapkan Uang Tunai Rp2,9 Triliun: Simak Lokasi Penukaran Melalui Program SERUNAI

Faktor Cuaca dan Penurunan Kunjungan Wisatawan

Melandainya kinerja ekonomi Bali utamanya dipicu oleh tekanan pada sektor pariwisata. Lapangan Usaha (LU) Akomodasi Makan dan Minuman (Akmamin) serta Transportasi mengalami kontraksi masing-masing ke angka -0,67% dan -0,92%.

Penurunan ini merupakan dampak langsung dari kondisi cuaca yang tidak menentu. Data BMKG mencatat adanya peningkatan frekuensi hujan lebat ekstrem di Bali sebesar 20% secara quarter-to-quarter (qtq).

“Kondisi cuaca membatasi kegiatan wisata. Data Angkasa Pura Bandara I Gusti Ngurah Rai menunjukkan kedatangan wisatawan turun sebesar 13%, atau dari 3,4 juta orang menjadi 2,9 juta orang pada triwulan IV 2025,” jelas Erwin Soeriadimadja. Selain faktor alam, pengetatan anggaran pemerintah pada akhir tahun juga turut memperlambat serapan anggaran di sektor administrasi pemerintahan.

BACA JUGA:  Pasca-Banjir, Pemkot Denpasar Lakukan Verifikasi Kerusakan untuk Percepat Bantuan

Pertanian Menjadi Penopang Utama

Di tengah lesunya pariwisata akibat musim penghujan, sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan justru muncul sebagai pahlawan ekonomi. Sektor ini tumbuh signifikan menjadi 12,34%, naik dari triwulan sebelumnya yang sebesar 9,07%.

“Peningkatan di sektor pertanian didorong oleh melimpahnya ketersediaan air seiring masuknya musim penghujan. Selain itu, adanya masa panen gadu komoditas padi pada periode Oktober-November 2025 memberikan optimisme besar bagi dunia usaha di Bali,” tambah Erwin.

BACA JUGA:  PLN Batalkan Program Kompor Listrik

Mengenal Survei SKDU Bank Indonesia

SKDU adalah survei triwulanan yang dilakukan Bank Indonesia terhadap 130 pelaku usaha di Bali yang mencakup 17 kategori lapangan usaha. Survei ini menjadi indikator penting untuk memotret kondisi keuangan dunia usaha, arah perkembangan ekonomi, serta ekspektasi inflasi di masa depan.

Dengan hasil ini, Bank Indonesia optimis bahwa diversifikasi ekonomi ke sektor pertanian mampu menjaga daya tahan ekonomi Bali dari guncangan musiman di sektor pariwisata.

Editor: Rudi.

.

Bagikan: